Pencarian

IHSG Ditutup Menguat 1,69% ke 6.373, Nilai Transaksi Tembus Rp 17,37 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 • 21:00:31 WIB
IHSG Ditutup Menguat 1,69% ke 6.373, Nilai Transaksi Tembus Rp 17,37 Triliun
IHSG ditutup menguat 1,69% ke level 6.373,84 dengan nilai transaksi mencapai Rp 17,37 triliun.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Data RTI Business mencatat indeks saham bergerak menguat sejak awal sesi, dibuka di level 6.277,76 dan terus merangkak naik hingga penutupan. Sebanyak 452 saham berhasil ditutup di zona hijau, sementara 175 saham melemah dan 168 saham lainnya stagnan. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.097.864 kali sepanjang hari ini.

Saham Blue Chip dan LQ45 Ikut Terdorong

Penguatan IHSG juga sejalan dengan kinerja indeks LQ45 yang naik 1,29% ke level 633,840. Kondisi ini menunjukkan minat investor kembali tertuju pada saham-saham berkapitalisasi besar setelah beberapa hari sebelumnya mengalami tekanan.

Dari sisi pergerakan, kenaikan indeks kali ini tergolong solid karena mampu bertahan hingga akhir sesi. Para pelaku pasar tampak merespons positif sentimen yang berkembang sepanjang hari, baik dari faktor domestik maupun eksternal.

Kinerja IHSG Masih Positif dalam Sebulan Terakhir

Secara kumulatif, sepanjang perdagangan sepekan terakhir IHSG menguat tipis 0,36%. Namun, jika dilihat dalam rentang waktu satu bulan, indeks saham mencatatkan penguatan yang lebih impresif yakni sebesar 5,49%. Angka ini mengindikasikan tren pemulihan pasar modal masih berlanjut meskipun ada fluktuasi jangka pendek.

Volume transaksi yang tinggi hari ini, mencapai 34,41 miliar saham, menunjukkan partisipasi investor yang aktif. Nilai transaksi Rp 17,37 triliun juga menjadi sinyal likuiditas pasar yang tetap sehat.

Sentimen Pasar dan Proyeksi Jangka Pendek

Level 6.373,84 menjadi level penutupan tertinggi dalam beberapa sesi terakhir. Pergerakan indeks yang berada di zona 6.300-an kembali memberikan harapan bagi investor untuk menguji level resistance berikutnya.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan arus modal asing yang kerap menjadi pemicu volatilitas. Kombinasi antara data ekonomi domestik dan kebijakan suku bunga global akan menjadi penentu arah IHSG pada sesi-sesi berikutnya.

Investasi mengandung risiko.

Follow www.belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks