BANGKA TENGAH — Sebanyak 29 bus dan satu unit angkutan kota (angkot) dikerahkan Diperkimhub Kabupaten Bangka Tengah untuk melayani mobilitas pelajar di tujuh kecamatan. Kepala Diperkimhub Bangka Tengah Rahmat Wibowo menyebut armada ini menjadi tulang punggung transportasi siswa yang tersebar di wilayah Koba, Pangkalan Baru, Sungai Selan, Simpang Katis, Namang, Lubuk Besar, dan Kecamatan Pangkalan Banteng.
Kondisi fisik kendaraan menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa dihindari. Rata-rata umur bus yang beroperasi saat ini sudah menembus satu dekade, bahkan sebagian mendekati 15 tahun. "Kondisi mobil sudah tua, rata-rata usianya hampir 10 tahun ke atas. Sehingga memerlukan untuk dilakukan penambahan armada terbaru," ungkap Rahmat Wibowo saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/8/2026).
Uji KIR Rutin Jadi Andalan Jaga Keselamatan
Di tengah usia kendaraan yang menua, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Setiap armada wajib menjalani pemeriksaan berkala dan uji KIR setiap enam bulan sekali. Perawatan rutin dilakukan untuk memastikan seluruh unit laik jalan sebelum mengangkut pelajar.
"Armada untuk mengangkut pelajar di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka Tengah tetap kita jaga kelayakannya melalui perawatan dan KIR setiap enam bulan," kata Rahmat Wibowo.
Bantuan Terakhir 2019, Proposal Baru Masuk Sejak Awal Tahun
Upaya mendapatkan armada baru dari pemerintah pusat bukanlah hal baru. Bantuan terakhir yang diterima Pemkab Bangka Tengah berupa kendaraan jenis Elf dari Kementerian Perhubungan pada 2019. Sejak awal tahun, proposal penambahan armada kembali diajukan ke Kemenhub, dan pihak daerah menyebut Bangka Tengah termasuk daerah paling aktif dalam mengajukan usulan.
"Yang memiliki peluang adalah Kementerian Perhubungan. Dari awal tahun kita sudah sampaikan. Proposal sudah kita sampaikan. Bangka Tengah paling rajin mengajukan," tuturnya.
Kepastian Bantuan Baru Terlihat Oktober
Selain mengandalkan APBD, pemerintah daerah juga membidik dukungan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BUMN untuk mempercepat peremajaan armada. Namun, realisasi bantuan dari pusat masih menunggu proses validasi dan evaluasi. Kepastian mengenai jumlah maupun jenis armada yang bakal diterima baru akan diketahui sekitar bulan Oktober tahun ini.
"Namun hingga saat ini memang masih menunggu informasi lebih lanjut. Biasanya akhir tahun, sekitar Oktober, baru kita mengetahui ada atau tidaknya bantuan," terang Rahmat Wibowo.
Layanan angkutan pelajar ini menjadi bagian penting dari upaya Pemkab Bangka Tengah memastikan akses pendidikan dapat dijangkau siswa di seluruh kecamatan. Kehadiran armada ini sekaligus meringankan beban transportasi keluarga yang harus mengantar anak ke sekolah setiap hari.