Pencarian

3 Desa Wisata di Belitung yang Masuk ADWI, Bukan Sekadar Pantai

Senin, 10 Agustus 2026 • 22:11:01 WIB
3 Desa Wisata di Belitung yang Masuk ADWI, Bukan Sekadar Pantai
Tempat wisata tersembunyi di Bangka Belitung. (Foto: NET)

BANGKA BELITUNG - Di balik pesona pantai berpasir putih dan batu granit raksasa yang menjadi ciri khas Kepulauan Bangka Belitung, sejumlah desa mulai mengembangkan wisata berbasis komunitas yang menggabungkan alam, budaya, ekonomi kreatif, dan edukasi lingkungan.

Arah pengembangan tersebut sejalan dengan Program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang pada 2023 diikuti 4.573 desa dan menghasilkan 75 desa wisata terbaik tingkat nasional. Belitung memiliki dua desa yang masuk dalam daftar tersebut: Desa Terong dan Desa Keciput di Kecamatan Sijuk.

Selain keduanya, Pulau Seliu di Kecamatan Membalong juga berkembang sebagai desa wisata yang mengandalkan perpaduan kawasan pesisir, sejarah, kuliner, dan kehidupan masyarakat setempat.

Pulau Seliu: Jejak Sentra Kopra dan Kehidupan Pesisir

Pulau kecil yang terpisah dari Pulau Belitung ini dapat dijangkau dari Dermaga Teluk Gembira menggunakan kapal penyeberangan atau speedboat. Jejaring Desa Wisata Kementerian Pariwisata mencatat waktu tempuh sekitar 10-15 menit dalam kondisi normal.

Seliu pernah menjadi salah satu pusat produksi kopra, dan jejak tersebut masih bisa dilihat dari rumah-rumah tua di pulau ini. Dokumen Pemerintah Kabupaten Belitung mencatat pembuatan emping, perahu tradisional, atap daun kelapa, serta kuliner khas sebagai potensi wisatanya, didukung homestay yang dikelola langsung oleh warga.

Berbagai aktivitas yang bisa dilakukan antara lain menjelajahi rumah tua dan sejarah kopra, membuat emping tradisional, membuat atap daun sagu, hingga menyusuri kampung dengan berjalan kaki atau bersepeda sambil mengamati aktivitas nelayan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga mencatat keberadaan terumbu karang di kawasan pantainya yang berpasir putih dan berbatu granit.

Desa Terong: Bekas Tambang Timah yang Berubah Menjadi Ruang Hijau

Berlokasi di Kecamatan Sijuk, Desa Wisata Kreatif Terong masuk 75 Besar ADWI 2023 dengan potensi wisata alam, budaya, dan buatan. Daya tarik utamanya adalah kawasan Aik Rusa Berehun — bekas tambang timah warga yang direklamasi secara swadaya, ditanami kembali, dan kini dilengkapi berbagai fasilitas wisata.

Selain itu, tersedia Bukit Tebalu Simpor Laki untuk hiking dan menikmati panorama dari ketinggian, ditambah kawasan mangrove serta perkebunan warga. Pengunjung juga dapat mengenal kerajinan berbahan daun lais, melihat aktivitas pertanian, dan menikmati seni tradisional.

Sebagian penduduk Terong berprofesi sebagai nelayan tradisional, petani, dan pekebun, sehingga wisata yang dikembangkan tetap menyatu dengan kehidupan sehari-hari mereka — termasuk narasi sejarah pertambangan timah yang tetap dipertahankan sebagai bagian dari kisah transformasi lingkungan.

Desa Keciput: Konservasi Penyu dan Ragam Tradisi

Terletak di pesisir utara Pulau Belitung dan memiliki akses ke Tanjung Kelayang, Keciput masuk 50 Besar ADWI 2024 dengan kategori wisata bahari, edukasi, budaya, kuliner, olahraga, rekreasi, sejarah, hingga belanja.

Program edukasi konservasi penyu dijalankan melalui Penangkaran Tukik Aik Batu Banyak yang dikelola masyarakat, lengkap dengan kegiatan pelepasan tukik ke habitat laut. Dari sisi budaya, tersedia aktivitas membatik, menganyam, menyulam, pertunjukan seni tradisional, hingga tradisi Muang Jong — selamatan laut khas masyarakat setempat.

Kawasan ini juga menawarkan kuliner khas Belitung, snorkeling, paddle, trekking, dan wisata edukasi madu trigona, sehingga cocok untuk keluarga maupun pelancong yang mencari pengalaman edukatif.

Tips Berkunjung ke Desa Wisata Babel

Perhatikan jadwal transportasi dan kondisi cuaca laut, terutama untuk penyeberangan ke Seliu. Manfaatkan layanan warga lokal — homestay, kuliner, pemandu, aktivitas desa — agar ekonomi setempat ikut bergerak.

Hormati aturan dan tradisi setempat karena sejumlah kegiatan budaya memiliki tata cara khusus. Jaga lingkungan dengan membawa kembali sampah dan mengurangi plastik sekali pakai, serta jangan mengganggu ketenangan warga di destinasi yang relatif sepi — sebab suasana autentik itulah daya tarik utamanya.

Ketiga desa ini membuktikan pesona Bangka Belitung tidak hanya tentang panorama laut: Seliu menyimpan sejarah dagang dan kehidupan pesisir, Terong menampilkan transformasi bekas tambang menjadi ruang hijau, sementara Keciput memadukan konservasi penyu dengan tradisi masyarakat.

Follow www.belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks