Pencarian

Halloween: The Game Dilarang di Australia dan Selandia Baru karena Fitur Konsumsi Ganja, Bukan Aksi Pembunuhan Michael Myers

Selasa, 11 Agustus 2026 • 16:28:01 WIB
Halloween: The Game Dilarang di Australia dan Selandia Baru karena Fitur Konsumsi Ganja, Bukan Aksi Pembunuhan Michael Myers
Australian Classification Board menolak rating Halloween: The Game karena fitur konsumsi ganja yang memberikan insentif kepada pemain.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Keputusan Australian Classification Board ini otomatis membatalkan rencana distribusi fisik maupun digital di kedua negara. Padahal, game yang dijadwalkan rilis pada 9 September ini merupakan salah satu judul horor paling dinanti tahun ini, mengingat Illfonic juga berada di balik Friday the 13th: The Game dan Predator: Hunting Grounds.

Mengapa Ganja Jadi Masalah Besar?

Dalam pernyataan resminya, Illfonic menegaskan bahwa penolakan rating sama sekali tidak berkaitan dengan aksi pembunuhan brutal Michael Myers atau sistem kill yang bisa dieksekusi pemain. Masalahnya justru terletak pada representasi zat terlarang yang dianggap memberikan insentif kepada pemain.

Menurut laporan Slash 'N Cast yang dikutip Bloody Disgusting pada Maret lalu, karakter survivor bisa merokok ganja untuk sementara waktu melihat "ping" atau jejak posisi Michael Myers di seluruh peta. Mekanisme ini dinilai melanggar Guidelines for the Classification of Computer Games 2023, di mana penggunaan narkoba ilegal yang dikaitkan dengan reward atau insentif otomatis masuk kategori Refused Classification (RC).

"Game yang mengandung penggunaan narkoba ilegal terkait insentif atau hadiah tidak dapat ditampung dalam kategori R18+ dan harus ditolak klasifikasinya," demikian pernyataan juru bicara Classification Board kepada PC Gamer.

Nasib Pemain Australia dan Opsi Developer

Dampak larangan ini sudah terasa nyata. Seluruh daftar produk Halloween: The Game telah ditarik dari retailer besar Australia seperti EB Games dan JB Hi-Fi, sementara halaman PlayStation Store sudah tidak bisa diakses. Steam sendiri belum mengambil tindakan, namun besar kemungkinan akan menyusul dalam waktu dekat.

Illfonic belum memberikan kepastian apakah akan memodifikasi sistem tersebut untuk pasar Australia, misalnya dengan mengganti aset ganja seperti yang pernah dilakukan Bethesda dan Obsidian di masa lalu. Opsi lain adalah menolak berkompromi seperti Devolver Digital yang memilih membiarkan Hotline Miami 2 tetap dilarang di Australia.

Menariknya, konten pre-order game ini sempat menerima rating otomatis R18+ pada Juli lalu, namun keputusan final tetap jatuh pada penolakan. Hingga kini, belum ada pernyataan lanjutan dari Illfonic soal potensi perubahan konten atau jadwal rilis versi internasional tanpa fitur ganja.

Bagi pemain Indonesia yang menantikan game ini, kabar ini tidak berdampak langsung karena server SEA tidak termasuk dalam wilayah larangan. Namun, keputusan ini kembali membuka diskusi lama soal standar ganda industri game: kekerasan ekstrem dianggap bisa ditoleransi dalam rating dewasa, sementara elemen narkoba—meski hanya sebagai mekanik gameplay—langsung berujung pada pelarangan total.

Follow www.belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pcgamer.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks