Pencarian

Harga Emas Antam Naik Rp 40 Ribu ke Rp 2,69 Juta per Gram, Buyback Ikut Terbang

Minggu, 09 Agustus 2026 • 09:24:02 WIB
Harga Emas Antam Naik Rp 40 Ribu ke Rp 2,69 Juta per Gram, Buyback Ikut Terbang
Harga emas batangan Antam ukuran satu gram naik Rp 40 ribu menjadi Rp 2,69 juta per gram pada hari ini.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Reli emas dunia pekan ini benar-benar luar biasa. Dalam sepekan, harga logam mulia di pasar spot melonjak lebih dari 7 persen, didorong rilis data ketenagakerjaan AS yang mengecewakan pasar. Pada Jumat (7/8) waktu setempat, harga emas spot naik 2,3 persen ke US$ 4.336,11 per ons, sempat menyentuh level tertinggi sejak 17 Juni.

Data non-farm payrolls Juli menunjukkan penurunan 23.000 pekerjaan, kontras dengan perkiraan ekonom yang memproyeksikan penambahan 80.000 lapangan kerja. Angka ini memupus harapan kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September. "Data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan menciptakan skenario di mana The Fed kemungkinan kecil akan menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya," ujar Direktur High Ridge Futures, David Meger.

Antam Naik, Buyback Makin Mahal

Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas batangan Antam ukuran 1 gram dipatok Rp 2.690.000 per gram. Padahal sehari sebelumnya masih Rp 2.650.000. Harga buyback—harga yang berlaku saat konsumen menjual kembali emasnya ke Antam—justru naik lebih tinggi, Rp 50 ribu menjadi Rp 2.511.000 per gram.

Selisih antara harga jual dan buyback yang mencapai Rp 179 ribu ini merupakan margin yang harus ditanggung konsumen jika ingin menjual kembali emasnya. Meski begitu, kenaikan harga buyback menjadi kabar baik bagi investor yang sudah memegang emas Antam sejak beberapa waktu lalu.

Untuk pecahan terkecil, emas Antam 0,5 gram dibanderol Rp 1.395.000, sementara ukuran 2 gram dihargai Rp 5.330.000. Adapun ukuran 10 gram mencapai Rp 26.450.000. Perlu dicatat, harga emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.

Pegadaian Kompak Menguat, UBS Paling Murah

Di Pegadaian, tiga produk emas 24 karat kompak menguat pada perdagangan Sabtu pekan ini. Emas produksi UBS dibanderol paling murah di Rp 2.729.000 per gram, naik dari posisi Jumat di Rp 2.685.000. Sementara emas Galeri24 dipatok Rp 2.669.000 per gram, dan emas Antam di Pegadaian dijual lebih mahal dari harga resmi Antam, yakni Rp 2.798.000 per gram.

Selisih harga emas Antam di Pegadaian dan di gerai Logam Mulia memang kerap terjadi karena perbedaan biaya distribusi dan margin masing-masing kanal penjualan. Untuk emas Galeri24, Pegadaian menyediakan pecahan mulai 0,5 gram hingga 1 kilogram. Emas UBS tersedia hingga ukuran 500 gram, sementara emas Antam di Pegadaian hanya sampai 100 gram.

Proyeksi UBS: US$ 5.000 per Ons pada 2027

Di tengah momentum penguatan ini, UBS memasang target harga emas yang sangat optimistis. Bank investasi asal Swiss itu memperkirakan harga emas bisa menembus US$ 5.000 per ons pada paruh pertama 2027. Proyeksi ini sejalan dengan peluang The Fed mempertahankan suku bunga stabil bulan depan yang kini naik menjadi 60,4 persen, menurut data LSEG.

Suku bunga yang rendah membuat emas semakin menarik dibandingkan aset berpendapatan tetap seperti obligasi, karena emas tidak memberikan imbal hasil. Faktor geopolitik juga ikut bermain—Presiden AS Donald Trump menyatakan yakin perang dengan Iran akan segera berakhir, yang sebenarnya cenderung meredam permintaan emas sebagai aset safe haven. Namun, sentimen pasar saat ini lebih didominasi ekspektasi pelonggaran moneter The Fed.

Bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan momen ini, penting dicermati bahwa harga emas di semua kanal penjualan—baik Antam, Pegadaian, maupun Hartadinata—berbeda tipis. Membandingkan harga jual dan buyback antar kanal sebelum bertransaksi menjadi langkah bijak, terutama bagi investor yang berencana menjual kembali emasnya di kemudian hari.

Follow www.belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks