KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Jakarta — Sepuluh tahun sejak pertama kali digagas, industri gim Indonesia dinilai telah berada di fase yang berbeda. Ketua Asosiasi Game Indonesia (AGI) Shafiq Husein menyebut mimpi para pengembang lokal kini sudah berkembang; mereka tidak lagi hanya ingin karyanya dimainkan oleh masyarakat sendiri, tetapi juga ingin dunia mengenal Indonesia melalui medium gim.
"Tanpa mereka (kreator), game itu tidak pernah ada. Jadi mari kita hargai bukan hanya game-nya, mari kita hargai orang-orang yang membuatnya," kata Shafiq dalam acara HARGAI 2026 di Jakarta Pusat, Sabtu.
Dari Studio Kecil Menuju Panggung Dunia
Perjalanan ini bukan tanpa fondasi. Sejak 2016, gelombang baru pengembang gim lokal mulai bermunculan dan mendirikan studio-studio yang memproduksi beragam proyek. Shafiq menekankan bahwa setiap karya yang berhasil diterbitkan dan dimainkan publik adalah bagian dari fondasi pertumbuhan industri.
"Semua adalah bagian dari perjalanan yang sama. Perjalanan untuk membuktikan bahwa Indonesia bukan hanya negara yang memainkan game, tapi Indonesia juga adalah negara yang membuat game," ujarnya.
Kini, cita-cita awal untuk menjadikan gim produk anak negeri sebagai tuan rumah di negeri sendiri mulai terlihat hasilnya. Ekosistem yang terbentuk tidak lagi berjalan sendiri-sendiri; para pelaku usaha, penerbit, hingga desainer karakter kini saling terhubung.
Butuh Dukungan Lintas Sektor
Untuk mencapai target ekspansi global, Shafiq mengingatkan bahwa ekosistem yang sehat tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Dukungan dari pemerintah, media massa, komunitas, dan yang terpenting adalah para pemain gim di Indonesia menjadi kunci keberlanjutan industri.
"Karena ekosistem yang sehat bukan dibangun oleh satu pihak. Ekosistem dibangun ketika semua pihak memilih untuk tumbuh bersama," demikian Shafiq Husein.
Perayaan HARGAI sendiri menjadi pengingat bahwa di balik setiap judul gim yang sukses, ada tim kreatif yang bekerja keras. Bagi komunitas gamer Tanah Air, momentum ini juga menjadi ajang untuk melihat kembali bagaimana industri lokal telah berevolusi—dari sekadar pengisi waktu luang menjadi salah satu sektor kreatif yang patut diperhitungkan di kancah internasional.