KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat nilai PMA pada semester I/2026 mencapai Rp12,19 triliun, melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama di 2025. Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) berkontribusi Rp27,48 triliun dengan pertumbuhan lebih moderat, yakni 9,39%.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa masuknya modal ke sektor ini tidak hanya berdampak pada pembangunan fisik. Ia menyebut investasi berperan dalam menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi lokal di destinasi wisata.
"Investasi pariwisata tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat rantai pasok lokal, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai destinasi," kata Widiyanti dalam keterangan resmi, Minggu (9/8/2026).
Kunjungan Wisman Tembus 7,45 Juta, Tertinggi Sejak 2020
Pertumbuhan investasi tersebut berjalan seiring dengan membaiknya indikator aktivitas pariwisata. Data Kemenpar menunjukkan jumlah kunjungan wisman mencapai 7,45 juta sepanjang paruh pertama 2026, atau naik 5,71% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pasar Asia menjadi penopang utama pertumbuhan. Kunjungan dari kawasan Asia lainnya meningkat hampir 10%, disusul Asia Tenggara yang tumbuh 8,22%, dan pasar Oseania yang naik 6,60%.
Catatan Kemenpar tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS). Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebut capaian kumulatif wisman ini merupakan yang tertinggi untuk periode Januari—Juni sejak 2020.
"Secara kumulatif, atau sepanjang Januari hingga Juni tahun 2026, total kunjungan wisman mencapai 7,45 juta kunjungan atau meningkat 5,71% dibanding periode yang sama pada tahun 2025. Capaian kunjungan wisman selama Januari sampai dengan Juni tahun 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020 yang lalu," ujar Ateng dalam rilis Berita Resmi Statistik, Senin (3/8/2026).
Okupansi Hotel Naik, Wisatawan Domestik Masih Mendominasi
Dari sisi permintaan domestik, aktivitas wisatawan nusantara (wisnus) juga menunjukkan tren positif. Sepanjang semester I/2026, jumlah perjalanan wisnus mencapai 630,41 juta perjalanan, tumbuh 2,71% dibandingkan periode yang sama di 2025.
Kinerja hotel turut membaik. Tingkat hunian kamar hotel rata-rata tercatat 48,20%, meningkat 2,48 poin persentase dibandingkan semester I/2025.
Meski secara kumulatif tumbuh, BPS mencatat terjadi penurunan kunjungan wisman pada Juni 2026 secara tahunan. Jumlah kunjungan pada bulan tersebut mencapai 1,39 juta, turun 2,15% dibandingkan Juni 2025. Namun, angka ini naik 0,32% dibandingkan Mei 2026 secara bulanan.
Ateng merinci, total kunjungan wisman hingga Juni 2026 terdiri dari 1,21 juta kunjungan melalui pintu masuk utama dan 175.696 kunjungan melalui pintu masuk perbatasan. Data ini mengindikasikan sektor pariwisata masih menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah fluktuasi pergerakan wisatawan global.