KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Harga jual emas Antam hari ini dibanderol Rp 2.690.000 per gram, naik dari posisi Rp 2.650.000 pada perdagangan Jumat. Kenaikan ini sekaligus mendongkrak harga buyback—nilai yang diterima konsumen saat menjual kembali emasnya ke Antam—sebesar Rp 50.000 menjadi Rp 2.511.000 per gram.
Reli Emas Dunia Menembus US$ 4.336 per Ons
Pemicu utamanya datang dari pasar global. Harga emas spot melonjak 2,3% menjadi US$ 4.336,11 per ons pada Jumat (7/8/2026) waktu AS, setelah sempat naik lebih dari 3% ke level tertinggi sejak 17 Juni. Secara mingguan, emas mencatat kenaikan terbesar sejak 19 Januari, dengan akumulasi penguatan lebih dari 7%.
Reli ini dipicu rilis data non-farm payrolls AS yang justru turun 23.000 pekerjaan pada Juli—kontras dengan perkiraan ekonom yang memperkirakan penambahan 80.000 lapangan kerja. Angka ini memupus ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Direktur High Ridge Futures, David Meger, mengatakan data tenaga kerja yang lemah menciptakan skenario di mana bank sentral AS kemungkinan kecil menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya.
Proyeksi pasar pun berbalik arah. Probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada September naik menjadi 60,4%, dibanding 43,2% sebelum data dirilis. Suku bunga yang lebih rendah membuat emas makin menarik karena aset ini tidak memberikan imbal hasil, sehingga peluangnya menguat justru saat instrumen berbunga turun.
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut rincian harga emas batangan Antam per Sabtu (8/8/2026) yang dikutip dari laman resmi Logam Mulia:
- 0,5 gram: Rp 1.395.000
- 1 gram: Rp 2.690.000
- 2 gram: Rp 5.330.000
- 3 gram: Rp 7.977.000
- 5 gram: Rp 13.265.000
- 10 gram: Rp 26.450.000
- 25 gram: Rp 65.960.000
- 50 gram: Rp 131.755.000
- 100 gram: Rp 263.360.000
Untuk ukuran besar, Antam memberlakukan sistem pre-order: 250 gram dihargai Rp 658.090.000, 500 gram Rp 1.315.900.000, dan 1.000 gram Rp 2.690.600.000.
Rekor Tertinggi Masih Jauh, tapi Tren Menguat
Meski melonjak, harga saat ini masih di bawah rekor sepanjang masa yang tercatat pada 29 Januari 2026, ketika emas Antam menyentuh Rp 3.168.000 per gram dengan buyback di level Rp 2.989.000. Namun, sentimen pasar global masih mendukung penguatan lebih lanjut. UBS bahkan memproyeksikan harga emas bisa menembus US$ 5.000 per ons pada paruh pertama 2027.
Di pasar logam mulia lainnya, perak naik 3% ke US$ 63,31 per ons, platinum menguat 1,2% ke US$ 1.749,95, dan paladium naik 0,8% ke US$ 1.380,53—semuanya mencatatkan kenaikan mingguan. Bagi investor ritel Indonesia, momentum ini menjadi pengingat bahwa harga emas Antam bersifat fluktuatif dan berubah mengikuti dinamika pasar global, sehingga keputusan membeli atau menjual sebaiknya mempertimbangkan pergerakan harga dunia. Perlu dicatat, seluruh harga di atas mengacu pada situs resmi Logam Mulia dan dapat berubah sewaktu-waktu.