TOBOALI — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan membuka ruang kolaborasi dengan Universitas Pertiba untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah masih tersedianya sekitar 65 kursi Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di kampus tersebut.
Wakil Bupati Basel, Hj. Debby Vita Dewi, menyebut kuota ini merupakan peluang emas bagi pelajar kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi tanpa terbebani biaya.
Fokus Riset: Lada, Pariwisata, dan Batu Betumpang
Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Wakil Bupati tersebut, Universitas Pertiba yang dipimpin Rektor Dr. Suhardi turut menawarkan kerja sama riset dengan empat tema prioritas. Ketuaannya mencakup ketahanan pangan, pengembangan komoditas lada, sektor pariwisata, serta pengembangan kawasan Perkotaan Baru Batu Betumpang.
“Pemkab Basel terbuka untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kapasitas ASN, pengembangan kajian ilmiah, hingga pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung bagi kemajuan daerah,” kata Debby.
Program Khusus untuk Kepala Desa dan Perangkat OPD
Tak hanya soal beasiswa mahasiswa baru, audiensi tersebut juga membahas penguatan kompetensi aparatur pemerintah. Universitas Pertiba menawarkan program pendidikan tinggi yang menyasar kepala desa, perangkat desa, hingga pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Basel.
Rektor Universitas Pertiba, Dr. Suhardi, menegaskan bahwa implementasi Tridharma Perguruan Tinggi membutuhkan sinergi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi ini penting agar manfaat pendidikan, penelitian, dan pengabdian dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Sekaligus memperkuat kualitas SDM menuju Basel yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Langkah Lanjutan Kolaborasi
Wabup Debby dalam kesempatan itu didampingi sejumlah pejabat, termasuk Plt. Kepala BKPSDMD Rori Windrasari Safitri dan Kepala Diskominfo Yuri Siswanto. Adapun rombongan kampus turut dihadiri Plt. Wakil Rektor I Dr. Juhari dan Wakil Rektor III Eko Riyadi.
Pertemuan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama yang lebih konkret antara kedua lembaga. Pemkab Basel diharapkan segera menindaklanjuti dengan pendataan calon penerima KIP Kuliah serta memetakan kebutuhan pelatihan bagi aparatur desa dan OPD.