SUNGAILIAT — Layanan kesehatan gratis untuk pelajar di Kabupaten Bangka menunjukkan hasil di atas ekspektasi. Dinas Kesehatan setempat melaporkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar anak sekolah telah melampaui target tahunan dengan selisih hampir 5.000 penerima manfaat.
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Anggia Murni, mengungkapkan realisasi program per 5 Agustus 2026 mencapai 33.511 anak dari pagu yang ditetapkan sebanyak 28.724 anak.
"Sampai dengan 5 Agustus 2026, layanan CKG anak sekolah mencapai 33.511 anak dari target 28.724 anak atau melampaui target atau mencapai sebesar 116,67 persen," kata Anggia di Sungailiat, Jumat.
Distribusi Penerima Manfaat di Delapan Kecamatan
Pemeriksaan kesehatan gratis tersebut tersebar di delapan kecamatan dengan jumlah penerima bervariasi. Wilayah dengan cakupan tertinggi berada di Kecamatan Sungailiat yang mencatatkan 7.301 anak telah diperiksa.
Disusul Kecamatan Belinyu dengan 6.469 anak dan Kecamatan Mendo Barat sebanyak 4.414 anak. Adapun rincian lengkapnya sebagai berikut:
- Kecamatan Sungailiat: 7.301 anak
- Kecamatan Belinyu: 6.469 anak
- Kecamatan Mendo Barat: 4.414 anak
- Kecamatan Puding Besar: 4.226 anak
- Kecamatan Pemali: 4.053 anak
- Kecamatan Riau Silip: 3.017 anak
- Kecamatan Merawang: 2.269 anak
- Kecamatan Bakam: 1.762 anak
Faktor Pendorong Capaian dan Tindak Lanjut Medis
Anggia menilai keberhasilan ini tidak lepas dari meningkatnya kesadaran pelajar untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Para siswa dinilai mulai proaktif memanfaatkan fasilitas pemeriksaan yang disediakan pemerintah daerah.
Meski target telah terlampaui, jajaran dinas kesehatan memastikan layanan tetap berjalan untuk menjamin pemerataan akses di lingkungan sekolah. Petugas kesehatan masih terus beroperasi guna mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan pada anak.
Apabila dalam pemeriksaan ditemukan siswa dengan kondisi tidak sehat, tim medis akan memberikan rujukan. "Jika dalam layanan CKG tim kesehatan menemukan pelajar yang mengalami kondisi tidak sehat, dianjurkan segera dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan kesehatan," ujarnya.
Program ini diharapkan membangun kebiasaan menjaga kesehatan sejak usia dini sekaligus mempercepat penanganan faktor risiko penyakit. Dengan deteksi dini, berbagai penyakit yang berpotensi menghambat tumbuh kembang anak bisa segera diantisipasi sebelum menjadi lebih serius.