MENTOK — Sekolah BUMDesa Ubok Sekicing menjadi wadah pembelajaran bagi para pengelola badan usaha milik desa untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dan tata kelola usaha. Program ini diharapkan mampu menjawab tantangan dunia bisnis yang semakin kompetitif.
"Sekolah BUMDesa Ubok Sekicing ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa, kita latih para pengelola BUMDesa agar semakin terampil dalam pola manajerial dan berwawasan luas dalam pengembangan bisnis," ujar Achmad Nursyandi di Mentok, Rabu.
Empat Pilar Bisnis yang Harus Dikuasai Pengelola BUMDesa
Pelatihan terakhir yang digelar di Desa Simpangtiga menghadirkan praktisi bisnis dan technopreneur, Yang Fara Dina, yang merupakan Founder & President Director PT Metro Asia Pasifik. Ia menekankan bahwa tantangan terbesar BUMDesa saat ini bukan terletak pada produk, melainkan pada pola pikir pengelola yang kurang berani keluar dari zona nyaman.
Menurut dia, banyak pengelola yang masih bergantung pada bantuan pemerintah dan memiliki jejaring pemasaran yang terbatas. Karena itu, para peserta didorong untuk membangun rasa ingin terus belajar serta memperkuat rasa memiliki terhadap BUMDesa.
Selain perubahan pola pikir, pengelola juga diminta menguatkan empat pilar utama bisnis BUMDesa. Keempat pilar itu adalah peningkatan kualitas produk, penguatan sumber daya manusia, tata kelola keuangan yang profesional, serta legalitas dan branding usaha.
BUMDesa Didorong Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa
Achmad Nursyandi menegaskan bahwa keberadaan BUMDesa tidak cukup hanya berjalan di tempat. Pihaknya terus mendorong agar badan usaha tersebut semakin berkembang dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa.
"Ini dibutuhkan komitmen, disiplin dan kemauan untuk terus belajar agar BUMDesa benar-benar mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa," katanya.
Sejak dilaksanakan pada 2022, Sekolah BUMDesa Ubok Sekicing sudah cukup berhasil menunjukkan hasil positif terhadap perkembangan BUMDesa di beberapa lokasi di Kabupaten Bangka Barat. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi dari tingkat desa.
Dengan adanya pelatihan berkelanjutan ini, diharapkan para pengelola BUMDesa tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga bersaing di pasar yang lebih luas. Penguatan jejaring dan kemauan untuk terus belajar menjadi kunci utama agar badan usaha milik desa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.