PANGKALPINANG — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji meninjau langsung kondisi Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di Kelurahan Ketapang, Kota Pangkalpinang, Kamis. Dalam kunjungan itu, ia mendapati sejumlah faktor lingkungan yang menjadi pemicu utama risiko stunting pada balita.
"Kita sudah lihat tiga KRS dan memang keluarga ini memiliki balita, kondisi rumah, sanitasi dan ketersediaan air bersihnya kurang baik," kata Wihaji saat meninjau KRS di Kelurahan Ketapang Kota Pangkalpinang.
Fokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan
Wihaji menjelaskan, upaya pencegahan stunting harus difokuskan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) balita. Jika asupan gizi dan lingkungan pada masa krusial ini baik, maka anak terhindar dari risiko stunting.
"Apabila 1.000 hari pertama kehidupan anak ini sudah stunting, maka hanya 20 persen anak mengalami stunting yang bisa disembuhkan. Oleh karena itu, sebelum bayi tersebut mengalami stunting maka kita melakukan pendekatan untuk memberikan solusi penyebab stunting ini," ujarnya.
Pemicu Stunting Bukan Hanya Gizi
Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan bahwa kasus KRS di Kelurahan Ketapang tidak semata-mata disebabkan oleh masalah asupan makanan. Kondisi rumah yang tidak layak, sanitasi buruk, dan keterbatasan akses air bersih menjadi faktor dominan yang memperbesar risiko kesehatan balita.
Menyikapi temuan ini, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan semata. Dibutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan terpadu dari berbagai aspek, termasuk pemenuhan sanitasi serta rumah tinggal yang layak.
Program Genting Jadi Penguatan Daerah
Kehadiran Mendukbangga di Kelurahan Ketapang dinilai menjadi suntikan semangat bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk terus memperkuat program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program ini menyasar pendampingan dan intervensi langsung kepada keluarga berisiko stunting di tingkat kelurahan.
"Kehadiran Mendukbangga di Kelurahan Ketapang hari ini menjadi suntikan semangat bagi Pemprov Babel untuk terus memperkuat Gerakan Orang Tua Asuh, agar daerah ini bebas stunting," ujar Gubernur Hidayat Arsani.