JAKARTA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda dua kabupaten di Kepulauan Bangka Belitung pada hari yang sama. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan insiden ini terjadi di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dan Kabupaten Bangka Barat, Minggu (2/8).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Hingga saat ini, penyebab pasti kemunculan titik api masih dalam penyelidikan aparat berwenang.
Lahan Seluas 3 Hektare Terbakar di Desa Air Kelik
Di Kabupaten Belitung Timur, kebakaran pertama kali dilaporkan terjadi di Desa Air Kelik, Kecamatan Damar, pada Minggu siang. Api menghanguskan lahan seluas kurang lebih tiga hektare.
Begitu menerima laporan, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Beltim langsung menerjunkan empat tim personel. Mereka membawa empat set mesin pompa gendong ke lokasi kejadian untuk mempercepat proses pemadaman.
Upaya pemadaman di Beltim dilakukan secara terpadu. Tim gabungan yang terdiri dari pemadam swasta PT STWP, Damkar Belitung Timur, dan masyarakat setempat bahu-membahu menjinakkan kobaran api hingga padam total pada hari yang sama.
Kebakaran Lima Hektare di Muntok Berhasil Dilokalisir
Pada waktu yang bersamaan, karhutla juga melanda kawasan lahan di Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat. Kebakaran di wilayah ini membakar lahan seluas kurang lebih lima hektare.
Personel TRC BPBD Bangka Barat bersama petugas damkar dan warga setempat dikerahkan untuk memadamkan api. Berkat respons cepat, kobaran api berhasil dilokalisir sehingga tidak meluas ke pemukiman maupun area perkebunan warga.
Pendinginan Dilakukan untuk Cegah Titik Api Susulan
Setelah api berhasil dipadamkan, tim gabungan di kedua lokasi tidak langsung mengakhiri tugas. Proses pendinginan atau cooling down dilakukan di area terdampak untuk meminimalkan potensi munculnya titik api susulan.
"Tim gabungan melakukan pendinginan, serta memastikan keamanan lokasi dari potensi titik api susulan," kata Abdul Muhari dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.
BNPB mengapresiasi keandalan respons cepat tim gabungan di kedua wilayah. Sinergi antara BPBD, pemadam kebakaran, pihak swasta, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam mengendalikan karhutla sebelum dampaknya meluas.