MENTOK — Antusiasme warga terlihat jelas sejak pagi di lokasi khitanan massal Bulan Bakti HUT ke-50 PT Timah. Bagi sebagian keluarga, layanan gratis ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan jawaban atas beban biaya yang selama ini tertunda.
Salah satunya dialami Desi Alena Suharini (40), warga Kelurahan Tanjung, Mentok. Sejak ditinggal suaminya sembilan tahun lalu, ia harus menghidupi empat anak seorang diri dari usaha laundry. Keinginan mengkhitankan anaknya akhirnya terkabul melalui program ini.
"Alhamdulillah, bisa mengkhitankan anak dan memenuhi permintaannya. Sebelumnya belum bisa karena belum ada biaya untuk sunat. Khitanan gratis ini sangat membantu ekonomi kami," ujar Desi.
Ia berharap agenda sosial seperti ini dapat terus berlanjut karena manfaatnya dirasakan langsung oleh keluarga prasejahtera. "Harapannya program ini bisa terus dijalankan karena sangat bermanfaat untuk masyarakat kurang mampu seperti kami. Terima kasih banyak PT TIMAH, semoga mendapat berkah dari Allah," tuturnya.
Informasi dari Sekolah dan Harapan Buruh Harian
Lia (37), warga Jalan Kadur, Mentok, mengaku mengetahui agenda ini dari pihak sekolah. Tanpa berpikir panjang, ia langsung mendaftarkan anaknya. Suaminya yang bekerja sebagai buruh harian membuat pengeluaran ekstra untuk khitan terasa berat.
"Program seperti ini bagus, meringankan ekonomi masyarakat. Kondisi ekonomi saat ini susah mencari uang. Sangat bermanfaat bagi kami," katanya.
Dukungan juga datang dari Arief, warga Bedeng Maras, Kelurahan Sungai Baru. Ia sengaja mendampingi keponakannya yang berstatus yatim untuk ikut serta dalam khitanan massal tersebut.
"Kami sangat mendukung program khitanan gratis ini karena membantu keluarga yang tidak mampu, apalagi keponakan saya sudah yatim. Harapannya ke depan semakin baik dan program seperti ini terus dipertahankan," ujarnya.
Adam, Rehan, dan Rafa: Antara Rasa Takut dan Bingkisan
Suasana haru berubah menjadi ceria usai proses khitan selesai. PT Timah memberikan bingkisan kepada para peserta, mulai dari tas sekolah hingga uang saku, yang langsung disambut sorak gembira anak-anak.
Adam (5), siswa TK Pembina Mentok, mengaku tidak gentar menjalani proses khitan. "Tidak takut disunat, malah senang karena diberi tas, uang dan masih banyak lagi. Nanti uangnya untuk jajan," katanya polos.
Berbeda dengan Rehan (5), yang sempat merasa deg-degan sebelum tindakan. Namun, hadiah yang diterimanya berhasil mengalihkan perhatiannya. "Takut disuntik, tapi setelah disunat senang karena diberi hadiah banyak. Uangnya ditabung dengan Mimi," ungkapnya.
Sementara itu, Rafa (9), siswa SDN 1 Mentok, sudah memiliki rencana untuk uang bingkisannya. "Dapat tas sekolah. Nanti uangnya untuk beli sepatu sekolah," katanya.
Rangkaian Bulan Bakti Berlanjut ke Belitung dan Kundur
Kegiatan Bulan Bakti HUT ke-50 PT Timah ini merupakan agenda rutin perusahaan yang digelar setiap tahun. Sejak pekan lalu, rangkaian acara serupa telah menjangkau Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, dan Bangka Barat.
Ke depan, program sosial ini akan terus berlanjut ke wilayah operasional lainnya, termasuk Belitung, Kundur, hingga Jakarta. Hal ini menegaskan komitmen PT Timah dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar area operasional perusahaan.