Pencarian

30 Tahun Tragedi Kudatuli, DPD Repdem Bangka Belitung Gelar Teatrikal Kolosal di Pangkalpinang untuk Edukasi Demokrasi

Minggu, 26 Juli 2026 • 15:12:01 WIB
30 Tahun Tragedi Kudatuli, DPD Repdem Bangka Belitung Gelar Teatrikal Kolosal di Pangkalpinang untuk Edukasi Demokrasi

PANGKALPINANG — DPD Repdem Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan pertunjukan teatrikal besar-besaran untuk memperingati tiga dekade peristiwa Kudatuli, Minggu (26/7/2026). Aksi ini berlangsung di Alun-Alun Taman Merdeka dan diikuti puluhan peserta dari kalangan kader partai serta berbagai lapisan masyarakat.

Ketua DPD Repdem Provinsi Bangka Belitung, Primus Jodi Setiawan, menyatakan bahwa teatrikal ini merekonstruksi detik-detik pengambilalihan paksa Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro Nomor 58, Jakarta Pusat, pada 27 Juli 1996. Peringatan ini bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga medium pembelajaran politik bagi generasi muda.

Pesan di Balik Rekonstruksi Sejarah

Primus Jodi menegaskan bahwa proses demokrasi tidak boleh diintervensi oleh siapa pun, termasuk oleh negara, apalagi dengan kekerasan. “Kegiatan ini tidak sekadar menjadi peringatan sebuah peristiwa sejarah. Lebih dari itu, kami ingin memberikan pendidikan politik kepada generasi muda bahwa proses demokrasi tidak boleh diintervensi oleh siapa pun, termasuk oleh negara, apalagi melalui cara-cara kekerasan,” ujarnya di lokasi.

Puluhan peserta yang hadir terdiri dari kader partai politik dan warga umum. Mereka turut memerankan ulang kejadian yang menandai salah satu babak kelam demokrasi Indonesia itu. Teatrikal kolosal ini diharapkan mampu membangkitkan kesadaran kritis generasi penerus tentang pentingnya menjaga kemurnian demokrasi.

Mengapa Kudatuli Masih Relevan Diperingati

Peristiwa 27 Juli 1996 merupakan bagian dari sejarah panjang perjuangan demokrasi di Indonesia, saat kantor DPP PDI diduduki secara paksa. Menurut Primus Jodi, memori kolektif tentang peristiwa itu harus terus dirawat agar tidak terulang. DPD Repdem Bangka Belitung memilih pendekatan teatrikal agar pesan lebih membekas dan bisa dinikmati semua kalangan, termasuk generasi yang lahir setelah era reformasi.

Aksi serupa juga direncanakan di sejumlah daerah lain oleh jaringan Repdem. Di Pangkalpinang, teatrikal kolosal ini mendapat sambutan hangat dari pengunjung alun-alun yang kebetulan melintas. Tak sedikit warga berhenti dan menyaksikan reka ulang peristiwa tersebut dengan penuh perhatian.

Follow www.belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: faktaberita.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks