PANGKALPINANG — Potensi kekeringan dan kebakaran hutan di Kepulauan Bangka Belitung dinilai tinggi pada musim kemarau tahun ini. Analisis BMKG menyebut El Nino Godzilla memperpanjang periode kering dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Dua Mobil Tangki Disiagakan BPBD
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sandy Aji, mengatakan pihaknya telah menyiagakan dua unit mobil tangki berkapasitas lima ton. "Kita siap menyuplai kebutuhan air bersih masyarakat yang mengalami krisis air bersih," ujarnya.
Imbauan Gubernur: Lindungi Sumur, Sungai, dan Mata Air
Gubernur Hidayat Arsani meminta warga merawat dan melindungi lingkungan di sekitar sumur, sungai, dan mata air. "Ini penting agar terhindar dari pencemaran dan krisis air bersih selama musim kemarau," kata Hidayat di Pangkalpinang, Minggu.
Menurutnya, kesadaran menghemat air sejalan dengan tujuan jangka panjang daerah: meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan menjaga kualitas lingkungan hidup. "Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghadapi dampak kekeringan ini dengan bijak. Menjaga dan menghemat air bukan hanya respons sesaat terhadap kemarau, melainkan juga bagian dari budaya hidup sehat dan mandiri yang ingin kita bangun bersama," tegasnya.
Apa yang Bisa Dilakukan Warga?
Gubernur mengimbau masyarakat menggunakan air seperlunya, memprioritaskan kebutuhan pokok dan kesehatan keluarga. Ia juga mendorong warga menampung air hujan dengan mengoptimalkan wadah penampungan saat hujan turun sebagai cadangan mandiri. Selain itu, perbaiki kebocoran saluran air — pipa atau keran yang rusak — agar tidak ada air bersih yang terbuang sia-sia.