Pencarian

Startup Yogyakarta FisTx Ekspor Teknologi Tambak ke Pakistan, Target Pasar Asia Selatan dan Timur Tengah

Jumat, 24 Juli 2026 • 16:09:31 WIB
Startup Yogyakarta FisTx Ekspor Teknologi Tambak ke Pakistan, Target Pasar Asia Selatan dan Timur Tengah
FisTx, startup teknologi akuakultur asal Yogyakarta, menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan Pakistan Pak Gharo Agri & Livestock Farms untuk ekspor sistem tambak ke Pakistan.

YOGYAKARTA — PT Aditya Inovasi Makmur, yang dikenal dengan merek FisTx, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan perusahaan Pakistan, Pak Gharo Agri & Livestock Farms. Dalam kerja sama ini, Pak Gharo ditunjuk sebagai Perwakilan Resmi dan Distributor Eksklusif FisTx untuk pasar Pakistan, dengan potensi perluasan ke Asia Selatan dan Timur Tengah.

Kesepakatan ini menjadi tonggak baru bagi industri perikanan nasional. Selama ini Indonesia lebih dikenal sebagai pemasok udang dan ikan mentah ke pasar global. Kini, yang dikirim adalah sistem dan pengetahuan budidayanya.

Lima Tahun Beroperasi, Capai 25 Provinsi dan Tiga Negara

FisTx tercatat telah beroperasi di 25 provinsi di Indonesia serta tiga negara, yakni Kuwait, Timor-Leste, dan Bahrain. Perusahaan rintisan ini mengklaim telah mendistribusikan lebih dari 40.000 produk teknologi akuakultur ke lebih dari 1.500 pembudidaya.

Adopsi teknologi FisTx disebut mampu meningkatkan tingkat keberhasilan budidaya hingga 83,6 persen. Angka ini menjadi modal utama perusahaan untuk meyakinkan mitra di luar negeri.

Mengapa Pakistan dan Timur Tengah Jadi Target Ekspansi?

Pakistan memiliki sektor akuakultur yang tengah berkembang pesat, dengan permintaan teknologi budidaya yang efisien. Sementara itu, negara-negara Timur Tengah seperti Kuwait dan Bahrain yang sudah menjadi pasar FisTx menunjukkan kebutuhan serupa akan sistem tambak modern di tengah keterbatasan sumber daya air.

Dengan penetapan Pak Gharo sebagai distributor eksklusif, FisTx berharap dapat mempercepat penetrasi pasar di kawasan Asia Selatan. Perusahaan Pakistan tersebut merupakan konsultan dan pengembang proyek akuakultur komersial yang memiliki jaringan luas di wilayah setempat.

Dampak bagi Industri Perikanan Nasional

Ekspor teknologi ini membuka peluang baru bagi ekosistem akuakultur Indonesia. Alih-alih hanya menjual hasil panen, perusahaan dalam negeri kini bisa memonetisasi riset dan inovasi yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun.

Ke depan, keberhasilan FisTx di pasar internasional bisa menjadi model bagi startup teknologi perikanan lain di Indonesia untuk melakukan hal serupa. Pemerintah pun diharapkan dapat mendorong lebih banyak perusahaan teknologi akuakultur untuk menembus pasar global.

Follow www.belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bangkaindependent.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks