Pencarian

Danantara Tegaskan Dividen BUMN Tak Masuk Kas Negara, Diputar Ulang Jadi Investasi

Jumat, 09 Oktober 2026 • 08:22:01 WIB
Danantara Tegaskan Dividen BUMN Tak Masuk Kas Negara, Diputar Ulang Jadi Investasi
COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan pernyataan mengenai pengelolaan dividen BUMN dalam sebuah forum di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Danantara memastikan dividen dari perusahaan-perusahaan BUMN yang dikelolanya tidak disetorkan ke kas negara, melainkan diputar kembali sebagai modal investasi. Keputusan ini menegaskan posisi Danantara sebagai pengelola aset negara yang berfokus pada pertumbuhan nilai jangka panjang, bukan sekadar pemasukan anggaran.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria menyatakan dividen yang dikelola Danantara tidak disetorkan ke kas negara. Dana tersebut akan kembali diinvestasikan melalui Danantara. Pernyataan itu disampaikan Dony dalam sebuah forum di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Dony menjelaskan, sejak awal dibentuk, Danantara memang ditugaskan untuk mengelola dan menginvestasikan aset negara. Karena itu, keuntungan yang diperoleh dari aset tersebut akan digunakan kembali untuk investasi.

"Kan memang Danantara itu dividennya diinvestasi. Kan memang demikian, makanya ada DAM (Danantara Asset Management) dan DIM (Danantara Investment Management). Dividen itu diinvestasi oleh Pak Pandu," kata Dony.

DAM dan DIM Jadi Mesin Investasi

Dua entitas yang disebut Dony, yakni Danantara Asset Management (DAM) dan Danantara Investment Management (DIM), berperan sebagai kendaraan investasi Danantara. DAM dan DIM mengelola penempatan dana dividen ke instrumen yang dianggap mampu mendorong pertumbuhan aset negara.

Pembagian tugas ini memisahkan fungsi pengelolaan aset dari fungsi investasi, sehingga setiap rupiah dividen BUMN punya jalur yang jelas sebelum diputar kembali. Dony menyebut Pandu sebagai pihak yang menangani penempatan investasi tersebut.

Dampak ke Penerimaan Negara

Keputusan tidak menyetorkan dividen ke kas negara mengubah cara pandang terhadap pemasukan dari BUMN. Selama ini dividen BUMN menjadi salah satu pos penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dengan skema Danantara, dividen dari perusahaan-perusahaan yang berada di bawah pengelolaannya tidak lagi langsung mengalir ke APBN. Dana itu ditahan di dalam ekosistem Danantara untuk kemudian diinvestasikan kembali.

Bagi investor dan pelaku pasar, pernyataan Dony memperjelas arah pengelolaan aset negara di bawah Danantara. Fokusnya bukan lagi sekadar setoran dividen tahunan, melainkan akumulasi nilai aset yang diharapkan tumbuh dari waktu ke waktu.

Apa Artinya bagi BUMN dan Masyarakat

Perubahan alur dividen ini berimplikasi pada perusahaan-perusahaan BUMN yang dikelola Danantara. Mereka tidak lagi menyalurkan dividen ke kas negara melalui mekanisme biasa, tetapi ke Danantara yang kemudian menginvestasikannya kembali.

Bagi masyarakat, dampak langsungnya baru akan terasa jika investasi yang dijalankan menghasilkan pengembalian yang signifikan. Dana yang diputar ulang berpotensi membiayai proyek-proyek strategis, pengembangan usaha, atau penciptaan nilai tambah di sektor-sektor yang digarap BUMN.

Namun, skema ini juga menuntut transparansi dan akuntabilitas yang tinggi. Publik perlu tahu ke mana dividen itu diinvestasikan dan berapa imbal hasil yang diperoleh, karena dana tersebut pada dasarnya berasal dari aset negara.

Pernyataan Dony menegaskan bahwa Danantara diposisikan bukan sebagai kantong penerimaan jangka pendek, melainkan sebagai instrumen investasi jangka panjang. Arah kebijakan ini akan menentukan bagaimana aset negara dikelola dan dipertanggungjawabkan ke depan.

Follow www.belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks