Pencarian

Ketua Dekranasda Babel Noni Hidayat Kenakan Batik Pinang Sirih di Puncak HBN 2026 Surabaya, Ajak Anak Muda Kembangkan Batik Daerah

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 10:46:32 WIB
Ketua Dekranasda Babel Noni Hidayat Kenakan Batik Pinang Sirih di Puncak HBN 2026 Surabaya, Ajak Anak Muda Kembangkan Batik Daerah
Ketua Dekranasda Babel Noni Hidayat mengenakan batik Melayu Pinang Sirih pada puncak Hari Batik Nasional 2026 di Surabaya.

SURABAYA — Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Noni Hidayat Arsani memilih batik Melayu dari sentra Pinang Sirih saat menghadiri puncak peringatan Hari Batik Nasional 2026 di Monumen Kapal Selam, Surabaya, Jumat (2/10/2026) malam. Batik yang dikenakannya merupakan karya perajin Sundarti. Pilihan itu bukan tanpa alasan: Noni ingin memperkenalkan batik Bangka Belitung di hadapan pelaku batik dari berbagai daerah.

Peringatan Hari Batik Nasional menjadi ajang bertemu penggerak batik nasional. Noni menyebut momentum itu sebagai kesempatan memperluas jejaring bagi perajin Babel.

Perkenalkan Batik Melayu Bangka Belitung di Panggung Nasional

Batik Melayu dari sentra Pinang Sirih yang dikenakan Noni membawa motif khas daerah. Sentra tersebut menjadi salah satu basis perajin batik di Bangka Belitung yang terus berproduksi.

Noni menilai kehadiran di forum nasional membuka peluang kerja sama dengan daerah lain. Jejaring itu dinilainya penting untuk memperkenalkan batik Babel ke pasar yang lebih luas.

Dalam kesempatan itu, Noni menyampaikan pesan pelestarian batik kepada generasi muda.

"Hari ini saya menghadiri Hari Puncak Batik Nasional. Saya sebagai Bangka Belitung menggunakan batik Melayu dari Pinang Sirih. Batik merupakan budaya kita yang harus kita lestarikan, jadi kita gunakan dan kita cintai," ujar Noni.

Ajakan ke Generasi Muda: Pakai Batik Sehari-hari

Pelestarian batik menurut Noni tidak cukup dengan menjaga warisan budaya. Batik harus dipakai dalam kehidupan sehari-hari agar tetap hidup.

Ajakan itu diarahkan khusus kepada anak muda Babel. Keterlibatan generasi muda dinilai menentukan keberlanjutan sentra-sentra batik daerah, termasuk Pinang Sirih.

Noni juga mendorong pengembangan batik daerah agar terus berjalan. Pengembangan itu mencakup perajin, motif, hingga pemasaran.

Sentra Pinang Sirih dan Perajin Sundarti

Batik yang dikenakan Noni di Surabaya merupakan karya perajin Sundarti. Karya perajin lokal itu tampil di panggung nasional mewakili Bangka Belitung.

Kehadiran karya Sundarti memperlihatkan sentra Pinang Sirih memiliki perajin yang mampu bersaing di level nasional. Sentra ini menjadi salah satu ujung tombak batik Melayu Babel.

Dekranasda Babel selama ini mendampingi pengembangan kerajinan daerah, termasuk batik. Pendampingan itu diarahkan agar produk perajin lokal punya daya saing.

Bagi Noni, peringatan Hari Batik Nasional bukan sekadar seremoni. Momentum itu menjadi titik dorong agar batik Babel makin dikenal dan dipakai, terutama oleh generasi muda.

Follow www.belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sekilasindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks