PANGKALPINANG — Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) Upaya Keselamatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mempertemukan Jasa Raharja Kanwil Babel, BPTD Kelas III Bangka Belitung, Satlantas Polresta Pangkalpinang, Satlantas Polres Bangka, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka. Pertemuan itu membahas kondisi kecelakaan lalu lintas sekaligus upaya penanganan titik-titik rawan kecelakaan di wilayah hukum Polres Bangka dan Polresta Pangkalpinang.
Ruas Pangkalpinang–Sungailiat masuk dalam sorotan forum karena sejumlah lokasi di kawasan itu teridentifikasi sebagai titik rawan kecelakaan. Hasil analisis yang dibahas menunjukkan kecelakaan cenderung terkonsentrasi di beberapa wilayah, di antaranya Merawang, Batu Rusa, serta Merawang–Bakam, dengan korban luka-luka maupun meninggal dunia.
Program Safety Journey Dipasang Berurutan di Ruas Pangkalpinang–Sungailiat
Jasa Raharja memperkenalkan Program Jasa Raharja Safety Journey sebagai salah satu langkah pencegahan. Program itu berupa pemasangan spanduk edukasi keselamatan secara berurutan di sepanjang ruas Pangkalpinang–Sungailiat.
Spanduk tersebut dirancang dengan pesan singkat, kontekstual, dan mudah dipahami. Tujuannya menjadi pengingat bagi pengguna jalan agar tetap fokus, waspada, dan tertib selama perjalanan.
Polres Bangka Patroli Rutin, Dishub Soroti Parkir di Badan Jalan
Masing-masing pemangku kepentingan menyampaikan kondisi dan langkah penanganan di lapangan. Satlantas Polres Bangka menyampaikan upaya berupa patroli rutin, penindakan tilang dan teguran, serta pemasangan rambu dan tiang pada titik rawan kecelakaan.
Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka menyoroti penggunaan badan jalan untuk parkir, termasuk saat antrean BBM maupun kegiatan tertentu. Dishub juga mencatat karakteristik jalan lurus yang berpotensi mendorong pengendara melaju dengan kecepatan tinggi.
Dari sisi sarana, BPTD Kelas III Bangka Belitung menyampaikan bahwa telah dilakukan perbaikan rambu dan pemasangan stiker reflektif untuk meningkatkan visibilitas.
18 Titik Rawan dan Gagasan Integrasi dengan Google Maps
Forum turut membahas adanya sekitar 18 titik rawan kecelakaan yang membutuhkan penanganan bersama. Beberapa gagasan kolaborasi yang muncul antara lain peningkatan awareness melalui influencer, pelibatan pemuda dan karang taruna, serta integrasi titik rawan kecelakaan dengan Google Maps yang dilengkapi fitur imbauan.
Melalui FKLL tersebut, disepakati tiga tindak lanjut utama. Pertama, pelaksanaan Program Safety Journey melalui pemasangan spanduk edukasi pada titik rawan kecelakaan.
Kedua, penguatan sarana prasarana dan penegakan hukum melalui patroli dan ETLE. Ketiga, peningkatan kolaborasi dan edukasi kepada masyarakat berbasis data.
Pencegahan Jadi Fokus, Bukan Hanya Penanganan Pasca-Kecelakaan
Jasa Raharja Babel mendorong upaya keselamatan transportasi yang tidak hanya berfokus pada penanganan setelah kecelakaan terjadi. Pencegahan, edukasi, dan penguatan kesadaran masyarakat menjadi bagian dari upaya menciptakan lalu lintas yang lebih aman di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.