KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Manajemen Arema FC menggelar Khataman Al-Qur'an dan Tahlil di Kantor Manajemen Arema FC, Klojen, Kota Malang, untuk memperingati 4 tahun Tragedi Kanjuruhan. Agenda rutin tahunan ini dihadiri jajaran direksi, staf klub, ustaz dari Yayasan Sunan Kalijaga Blimbing, serta warga sekitar Kandang Singa.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menyatukan sejumlah figur kunci manajemen Singo Edan. Hadir Chief Business and Commercial Officer Irma Prianti, Manajer Operasional Sudarmaji, Club Match Organizer Chairman sekaligus Ketua Panpel Bram Hady Sulton, Head of Store Arema FC Tjiptadi Purnomo, serta Club Media Officer Erfani.
Kehadiran seluruh elemen tersebut menegaskan komitmen kolektif klub untuk merawat ingatan sekaligus membersamai perjuangan keluarga korban.
Duka 135 Nawak yang Tak Pernah Pupus
Manajemen Arema FC menyatakan duka mendalam atas gugurnya 135 nawak dalam tragedi 1 Oktober 2022 tidak akan pernah pupus dari sejarah dan ingatan klub. Melalui lantunan ayat suci Al-Qur'an dan tahlil, keluarga besar Arema FC memohon agar para korban mendapatkan tempat terbaik dan mulia di sisi Allah SWT, serta wafat dalam keadaan husnul khotimah.
"Doa terbaik juga kita panjatkan agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa dilimpahkan ketabahan dan kekuatan," ujar Sudarmaji dalam sambutannya.
Titik Balik untuk Benahi Aspek Keselamatan
Bagi manajemen, peringatan tahun keempat bukan sekadar rutinitas spiritual. Sudarmaji menyebut momentum ini sebagai ruang titik balik yang sakral untuk terus berbenah secara profesional di segala lini.
"Utamanya peningkatan aspek keselamatan dan kenyamanan penonton. Arema FC menegaskan kembali komitmen bahwa tidak ada sepak bola yang seharga dengan nyawa manusia, dan nilai kemanusiaan harus selalu diletakkan di atas segalanya," paparnya.
Terima Kasih untuk Ustaz, Sesepuh, dan Warga Sekitar
Manajemen juga menyampaikan terima kasih mendalam kepada para ustaz, sesepuh, warga sekitar, serta seluruh karyawan yang ikhlas meluangkan waktu bersama-sama mengirimkan doa. Agenda ini menjadi penanda bahwa peringatan Tragedi Kanjuruhan tetap dirawat sebagai bagian dari identitas dan tanggung jawab klub.
Salam Satu Jiwa.