Pencarian

Pelatih Bangladesh Sebut Kevin Diks dan Ole Romeny Paling Berbahaya di Timnas Indonesia

Rabu, 30 September 2026 • 20:53:01 WIB
Pelatih Bangladesh Sebut Kevin Diks dan Ole Romeny Paling Berbahaya di Timnas Indonesia
Pelatih Bangladesh Thomas Dooley menyebut Kevin Diks dan Ole Romeny sebagai pemain Timnas Indonesia yang paling berbahaya.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pelatih Bangladesh Thomas Dooley menyebut Kevin Diks dan Ole Romeny sebagai dua pemain Timnas Indonesia yang paling berbahaya jelang laga pemungkas FIFA ASEAN Cup 2026. Dooley menilai kualitas individu skuad Garuda merata di setiap lini, sehingga timnya tak bisa hanya fokus mengawasi satu pemain saja.

Dooley mengungkapkan penilaian itu dalam sesi jumpa pers di Jakarta, Rabu (30/9), sehari sebelum Bangladesh menantang Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Laga tersebut menjadi partai terakhir bagi Bangladesh di turnamen garapan FIFA ini.

Kevin Diks Dinilai Paling Berbahaya di Lini Belakang

Bek kanan Timnas Indonesia yang bermain untuk Borussia Monchengladbach itu menjadi sorotan utama Dooley. Menurutnya, kemampuan Diks naik-turun lapangan membuat lini pertahanan Indonesia sekaligus menjadi titik serangan yang sulit diantisipasi.

"Kevin Diks dari Borussia Monchengladbach di Liga Jerman, dia sangat berbahaya. Saya memang tidak hafal seluruh nama mereka, tetapi pemain nomor 10 [Ole Romeny] di lini depan, dia kuat dan memiliki teknik yang sangat bagus," kata Dooley.

Ole Romeny Jadi Ancaman di Depan Gawang

Selain Diks, Dooley menyoroti Ole Romeny sebagai pemain yang punya kemampuan brilian di depan gawang. Penyerang bernomor punggung 10 itu dinilai kuat dalam duel fisik sekaligus punya teknik mumpuni untuk menyelesaikan peluang.

Meski sudah mengantongi dua nama, Dooley menegaskan Bangladesh tidak boleh terjebak mengawasi satu pemain saja. Skuad Garuda secara keseluruhan dianggap punya kualitas merata di semua lini.

"Para pemain bertahannya bahkan bertubuh 20 hingga 30 sentimeter lebih tinggi dari saya. Secara individu mereka pemain-pemain hebat. Seluruh pemain mereka wajib diwaspadai, jadi tidak bisa kita berkata: 'Abaikan pemain yang satu ini,' karena semuanya sangat kuat. Kami harus mewaspadai setiap pemain di lapangan," ujarnya.

Laga Terakhir Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Partai melawan Indonesia pada Kamis (1/10) menjadi penutup perjalanan Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026. Bengal Tigers sudah dipastikan tersingkir setelah menelan dua kekalahan beruntun dari Malaysia dan Singapura.

Kendati tanpa peluang lolos, Dooley menyebut turnamen ini memberi pengalaman berharga bagi sepak bola Bangladesh. Tim-tim yang mereka hadapi memiliki kualitas di atas skuadnya, sehingga laga-laga tersebut menjadi sarana pembelajaran ke depan.

Kualitas Merata Skuad Garuda Jadi Catatan Tersendiri

Bagi Timnas Indonesia, laga ini menjadi kesempatan menutup fase grup dengan catatan positif di hadapan pendukung sendiri. Perhatian bakal tertuju pada peran Diks di lini belakang dan ketajaman Romeny di depan gawang, dua nama yang paling disorot kubu lawan.

Follow www.belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks