Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan presiden setelah menandatangani dokumen resmi, di depan para pendukung yang berkumpul di luar kantor kepresidenan Serbia. Kewenangan kuasa presiden diserahkan kepada Ketua Parlemen Serbia Ana Brnabic yang akan menjabat sebagai presiden sementara. Pemilihan presiden baru harus digelar paling lambat akhir Desember.
BEOGRAD — Presiden Serbia Aleksandar Vucic menyatakan mundur dari jabatannya usai menandatangani dokumen resmi pengunduran diri. Pengumuman disampaikan langsung di hadapan pendukung yang memadati area luar kantor kepresidenan Serbia.
Vucic membacakan pernyataan pengunduran dirinya dengan merujuk pada dasar konstitusional. Ia lalu membubuhkan tanda tangan pada dokumen tersebut sebelum kembali memasuki gedung.
"Berdasarkan Pasal 116 Ayat 5 Konstitusi Republik Serbia, dengan ini saya mengundurkan diri dari jabatan presiden republik," kata Vucic.
Dua Periode Menjabat, Terima Kasih untuk 2017 dan 2022
Sebelum meninggalkan area, Vucic menyampaikan terima kasih kepada para pendukung atas kemenangannya pada dua kali pemilihan presiden Serbia, yakni tahun 2017 dan 2022. Ucapan itu disampaikan singkat sebelum ia masuk kembali ke dalam gedung kepresidenan.
Jabatan presiden Serbia diemban Vucic selama dua periode. Sebelumnya, ia menjabat sebagai perdana menteri Serbia pada periode 2014–2017.
Ana Brnabic Ambil Alih Kuasa Presiden
Pada Senin, Vucic menyerahkan kewenangan kuasa presiden kepada Ketua Parlemen Serbia Ana Brnabic. Brnabic akan menjabat sebagai presiden sementara Serbia hingga terpilihnya pengganti definitif.
Berdasarkan konstitusi Serbia, Vucic tidak lagi dapat mencalonkan diri sebagai presiden. Pengunduran dirinya terjadi delapan bulan sebelum masa jabatan periode kedua berakhir pada Mei 2027.
Pemilu Presiden Paling Lambat Akhir Desember
Pemilihan presiden baru di Serbia harus diselenggarakan paling lambat pada akhir Desember. Pengunduran diri sebelum masa jabatan berakhir membuka peluang Serbia menggelar pemilu legislatif dan pilpres lebih cepat dari jadwal seharusnya.