Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Noni Hidayat Arsani menekankan pentingnya peningkatan sumber daya manusia guru dalam menguasai teknologi informasi di era kecerdasan buatan atau AI. Penekanan itu disampaikannya saat mengunjungi SMAN 1 Pangkalpinang sebagai upaya mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045. Ia menilai kemajuan teknologi digital yang pesat harus diiringi kesiapan tenaga pendidik agar dunia pendidikan tidak tertinggal.
PANGKALPINANG — Noni Hidayat Arsani menyoroti kesenjangan antara ketersediaan teknologi dan kesiapan sumber daya manusia di lingkungan sekolah. Menurut dia, keduanya harus berjalan sejalan agar proses belajar tidak timpang.
"Di era sekarang ini, teknologi sangat berkembang. Kita memang harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman, supaya kita tidak tertinggal," kata Noni saat mengunjungi SMAN 1 Pangkalpinang.
Ia menambahkan, kemajuan teknologi digital di era AI berlangsung pesat dan menuntut kesiapan para tenaga pendidik. Tanpa SDM yang mumpuni, sekolah berisiko tertinggal meski perangkat teknologinya tersedia.
"Teknologinya ada, SDM-nya kurang mumpuni, itu juga bisa tertinggal. Jadi dua-duanya harus sejalan," ujarnya.
Noni menilai perkembangan teknologi membawa manfaat sekaligus tantangan bagi generasi muda. Karena itu, keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penguatan kualitas SDM perlu diterapkan di setiap sekolah.
SMAN 1 Pangkalpinang disebut sebagai salah satu sekolah unggulan di Kepulauan Babel yang diharapkan menjadi contoh penerapan keseimbangan tersebut.
"Kami yakin, sekolah ini bisa menerapkan keseimbangan dua hal ini ke para siswa. Kami optimis, sekolah ini akan terus mencetak generasi-generasi penerus terbaik untuk Pangkalpinang dan Bangka Belitung ke depannya," katanya.
Selain kemampuan akademik dan penguasaan teknologi, Noni menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter kebangsaan bagi siswa. Nilai-nilai kebangsaan disebutnya harus tetap menjadi pijakan di tengah perubahan zaman.
"Jangan sampai norma-norma kebangsaan kita menjadi hilang," ujarnya.
Ia menilai pendidikan karakter tidak dapat dipisahkan dari penguasaan pengetahuan dan teknologi. Keduanya harus berjalan bersamaan agar generasi muda tumbuh secara utuh.
Noni berharap SMAN 1 Pangkalpinang terus melahirkan generasi yang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter yang kuat.
"Mari bersama-sama pastikan, generasi penerus kita mampu mengikuti perkembangan teknologi, tanpa kehilangan nilai-nilai kebangsaan, yang menjadi pijakan dalam kehidupan," katanya.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkuat kapasitas guru dalam menghadapi era AI. Penguasaan teknologi informasi bagi tenaga pendidik dinilai menjadi kunci agar dunia pendidikan daerah tidak tertinggal dari perkembangan zaman.