KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Hyundai menyiapkan IONIQ 7 sebagai SUV listrik yang mengisi celah antara IONIQ 5 dan IONIQ 9, dengan desain boxy dan opsi kursi dua hingga tiga baris. Model ini bakal jadi "saudara besar" IONIQ 5 bagi konsumen yang butuh kabin lebih lega tapi belum siap melompat ke IONIQ 9. Peluncurannya diperkirakan dalam 12 hingga 18 bulan ke depan.
Langkah Hyundai menambah jajaran SUV listriknya terungkap dari laporan Auto Express. Selain IONIQ 7, pabrikan Korea Selatan itu juga menyiapkan IONIQ 4 yang akan diposisikan di bawah IONIQ 5. Keduanya memperluas segmen yang belum tergarap, terutama di antara IONIQ 5 yang berukuran sekitar Tesla Model Y dan IONIQ 9 yang mengambil peran flagship tiga baris.
IONIQ 9 awalnya dirancang mengisi slot yang semula disebut konsep "SEVEN". Hyundai kemudian memutuskan SUV tiga baris itu lebih pas jadi model flagship, sejajar dengan Kia EV9. Dari situ muncul pertanyaan: bagaimana dengan konsumen yang ingin sesuatu di antara IONIQ 5 dan EV9?
IONIQ 7 diharapkan hadir dengan ukuran mendekati IONIQ 5, tapi tampil dengan profil SUV boxy yang lebih tradisional. Fungsinya lebih sebagai kendaraan keluarga, dengan opsi konfigurasi kursi dua dan tiga baris.
Sebagai gambaran dimensi, IONIQ 5 memiliki panjang 183,3 inci, lebar 74,4 inci, tinggi 63 inci, dan wheelbase 118,1 inci. IONIQ 7 diprediksi sedikit lebih besar, dengan siluet SUV yang lebih konvensional.
Hyundai belum mengonfirmasi detail teknis IONIQ 7. Namun sejumlah indikasi mengarah pada pilihan motor tunggal dan motor ganda. Model ini juga kemungkinan memakai arsitektur 800V seperti IONIQ 5 dan IONIQ 9, yang mendukung pengisian daya cepat.
Soal jarak tempuh, IONIQ 7 diperkirakan menawarkan range WLTP minimal 400 mil. Angka itu menempatkannya sebagai SUV listrik keluarga dengan daya jelajah panjang.
Hyundai kemungkinan membekali IONIQ 7 dengan sistem infotainment Pleos Connect terbaru. Sistem ini debut di Eropa lewat IONIQ 3, sementara di Amerika Serikat pertama kali hadir pada Tucson 2027.
IONIQ 4 juga akan memakai Pleos. Model ini masuk segmen SUV B, kembaran Kia EV3, dan diposisikan antara IONIQ 3 dan IONIQ 5. Desainnya mengusung profil SUV yang lebih tradisional.
IONIQ 4 diperkirakan menawarkan opsi paket baterai serupa IONIQ 3. Hyundai menyediakan IONIQ 3 dengan dua pilihan baterai: 42 kWh dan 61 kWh, dengan range WLTP hingga 214 mil dan 308 mil.
Saat meluncur, IONIQ 4 kemungkinan dibanderol sekitar £25.000 atau sekitar US$33.000 di Inggris, sedikit lebih mahal dari IONIQ 3.
Konsumen di Amerika Serikat kemungkinan tidak mendapat IONIQ 4, mengingat Kia baru saja meluncurkan EV3 di sana. Harapan justru tertuju pada IONIQ 7 yang berpeluang dijual di AS sebagai saudara besar IONIQ 5.
Di pasar AS, IONIQ 5 memakai baterai 63 kWh atau 84 kWh, dengan range EPA hingga 245 mil dan 318 mil. Harga IONIQ 5 2027 mulai dari US$35.250, sehingga IONIQ 7 diperkirakan sedikit lebih mahal, di kisaran US$40.000 hingga US$45.000.
Hyundai diperkirakan mengungkap detail IONIQ 7 dalam waktu dekat. Kedua model baru ini dijadwalkan meluncur dalam 12 hingga 18 bulan ke depan. Pasar Indonesia sendiri belum ada konfirmasi apakah IONIQ 7 akan masuk, mengingat Hyundai baru memasarkan IONIQ 5 di Tanah Air.