KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pengguna awal Googlebook disarankan segera menyesuaikan kecepatan kursor trackpad karena setelan bawaannya terasa lambat dibanding Windows dan macOS. Masalah ini ditemukan di beberapa model Googlebook yang sudah beredar di gelombang pertama, termasuk unit berchipset Intel. Perubahan bisa dilakukan lewat menu Pengaturan tanpa perlu aplikasi tambahan.
Googlebook yang dikirim pada gelombang pertama dibekali trackpad haptic, namun sejumlah pengguna melaporkan sensasi kursor yang jauh lebih lambat dari yang seharusnya. Tim 9to5Google menemukan hal serupa saat mencoba beberapa model Googlebook sepanjang pekan ini. Perangkat tetap bisa dipakai, tetapi ritme kursor terasa mengganggu bagi mereka yang terbiasa dengan laptop lain.
Keluhan utama terletak pada setelan "touchpad acceleration" yang secara bawaan lebih konservatif dibanding platform Windows maupun macOS. Akibatnya, gerakan kursor terasa berat meski pengguna sudah menggerakkan jari dengan kecepatan normal. Bagi pelaku bisnis digital yang bekerja dengan dokumen panjang atau desainer yang presisi, jeda ini bisa memperlambat alur kerja harian.
Trackpad haptic di Googlebook sebenarnya menawarkan umpan balik getaran yang halus, tetapi kurva akselerasinya disetel rendah oleh sistem. Perbandingan langsung dengan laptop Windows dan macOS menunjukkan jarak yang cukup jelas. Beberapa model yang diuji, termasuk varian berchipset Intel, menunjukkan gejala yang sama.
Masalah ini bukan cacat perangkat keras. Semua unit yang diuji masih berfungsi normal, hanya saja profil default-nya tidak cocok untuk pengguna yang terbiasa dengan respons cepat. Google belum memberikan pernyataan resmi soal alasan di balik setelan tersebut.
Perbaikan bisa dilakukan sendiri tanpa perlu menghubungi layanan dukungan. Pastikan proses setup awal Googlebook sudah selesai, karena menu ini belum bisa diakses sebelum tahap tersebut rampung.
Setelah disetel, kursor akan bergerak lebih responsif dan mendekati pengalaman di perangkat lain. Pengguna bisa menyesuaikan ulang kapan saja jika merasa terlalu cepat.
Googlebook merupakan lini laptop baru yang menjalankan ekosistem aplikasi Android dan dipasarkan sebagai perangkat produktivitas. Beberapa model yang sudah beredar disebut memiliki keterbatasan saat menjalankan aplikasi Android yang kompleks, terutama pada varian berchipset Intel.
Di sisi aplikasi, kehadiran Fantastical untuk Android mulai tersedia di Googlebook, menandakan adopsi perangkat ini oleh pengembang pihak ketiga. Harga sejumlah model juga lebih rendah dari pengumuman awal, seperti yang terjadi pada perangkat Lenovo.
Bagi pengguna di Indonesia yang berencana membeli Googlebook melalui jalur impor atau distributor resmi, penyesuaian trackpad sebaiknya dilakukan di hari pertama pemakaian. Setelan ini tidak memengaruhi garansi dan bisa diubah berulang kali sesuai preferensi. Google diperkirakan akan menyempurnakan profil default trackpad lewat pembaruan perangkat lunak berikutnya.