TOBOALI — Festival Junjung Besaoh 2026 menyatukan seni, budaya, kuliner, permainan tradisional, dan pemberdayaan pelaku UMKM dalam satu panggung selama lima hari. Penyelenggaraan kali ini mengangkat semangat pelestarian budaya lokal yang tumbuh di Bangka Selatan.
Festival Junjung Besaoh 2026 diposisikan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Toboali. Panitia memusatkan seluruh kegiatan di Himpang 5 Toboali agar warga mudah menjangkau tiap agenda.
Tagline "Ngerajut Sejarah, Ngerawat Tradisi, Ngejago Budaya" dipilih untuk menegaskan tiga hal sekaligus: merawat ingatan sejarah, menjaga tradisi yang diwariskan, dan melindungi budaya dari gerusan zaman.
Salah satu agenda yang disiapkan adalah Festival Kuliner Warisan Budaya Tak Benda Bangka Selatan. Kegiatan ini menempatkan kuliner lokal bukan sekadar jajanan, melainkan bagian dari identitas budaya yang perlu didokumentasikan dan diperkenalkan ke generasi muda.
Selain kuliner, panitia menyiapkan pagelaran budaya serta permainan tradisional. Dua agenda itu diharapkan menarik warga dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga orang tua.
Festival Junjung Besaoh 2026 juga dirancang membuka ruang pemberdayaan bagi pelaku UMKM. Kehadiran mereka dinilai penting agar gelaran budaya berdampak langsung pada perputaran ekonomi warga Toboali dan sekitarnya.
Penyelenggara menyebut festival ini sebagai ruang bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus menjaga kekayaan budaya yang tumbuh dan berkembang di Bangka Selatan.
Warga yang ingin menyaksikan rangkaian acara bisa memantau informasi resmi dari penyelenggara menjelang tanggal pelaksanaan. Sejumlah agenda bersifat terbuka untuk umum dan digelar di ruang publik Himpang 5 Toboali.