KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pemerintah menyiapkan insentif pajak baru berupa diskon PPh badan sekitar 7 persen untuk proyek gasifikasi batu bara, menyusul penerapan global minimum tax yang membuat fasilitas tax holiday perlu disesuaikan. Proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol di Kutai Timur, Kalimantan Timur, masih dikawal pengembangannya. Metanol dari proyek itu akan dikaji untuk bahan baku biodiesel atau diolah lebih lanjut menjadi dimethyl ether (DME).
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menyatakan investasi gasifikasi batu bara menjadi metanol sudah masuk di Kutai Timur. Pemerintah berharap metanol tersebut dapat diproses lebih lanjut, baik sebagai bahan baku biodiesel maupun melalui proses kimia lanjutan menjadi dimethyl ether (DME).
"Investasi gasifikasi batu bara menjadi metanol sudah masuk di Kutai Timur, dan kami mengharapkan metanol tersebut dapat diproses lebih lanjut. Kami sedang mengkaji apakah metanol ini dialokasikan sebagai bahan baku biodiesel atau diolah melalui proses kimia lanjutan menjadi dimethyl ether," ujar Yuliot di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Skema insentif perpajakan baru disiapkan di tengah penerapan global minimum tax (GMT). Kebijakan pajak global itu membuat fasilitas tax holiday yang selama ini jadi andalan untuk menarik investasi perlu disesuaikan.
Opsi yang muncul adalah diskon PPh badan sekitar 7 persen. Angka tersebut menjadi jalan tengah agar proyek gasifikasi tetap menarik bagi investor tanpa melanggar aturan pajak minimum global.
Pengembangan gasifikasi batu bara kalori rendah menjadi salah satu upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap pasokan impor. Batu bara kalori rendah yang selama ini kurang dimanfaatkan diolah menjadi produk bernilai tambah.
Pengolahan tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai pasok energi dan industri dalam negeri. Metanol dan DME yang dihasilkan bisa menjadi substitusi bahan bakar maupun bahan baku industri petrokimia.
Bagi pelaku industri energi, kepastian skema insentif menjadi faktor penentu kelayakan investasi proyek gasifikasi yang menelan biaya besar. Tanpa insentif yang kompetitif, proyek semacam ini sulit bersaing dengan impor metanol dan DME.
Bagi pemerintah, hilirisasi batu bara menjadi metanol membuka peluang mengurangi impor bahan bakar sekaligus menyerap batu bara kalori rendah yang stoknya melimpah. Kutai Timur dipilih karena berada dekat dengan sumber batu bara dan kawasan industri.
Kajian alokasi metanol untuk biodiesel atau DME masih berjalan. Keputusan akhir akan menentukan arah pengolahan dan mitra industri yang terlibat dalam proyek tersebut.
Penutup: Bagi pasar, kepastian insentif pajak menentukan apakah proyek gasifikasi batu bara bisa berjalan sesuai target atau kembali tertunda. Skema diskon PPh badan 7 persen menjadi sinyal bahwa pemerintah berupaya menjaga daya tarik investasi hilirisasi di tengah rezim pajak global yang semakin ketat.