Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat mengajak masyarakat mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat menghadapi keterbatasan bahan bakar minyak. Ajakan itu disampaikan saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Tanjungpandan. Ia menilai antrean BBM yang terjadi beberapa waktu terakhir menguji bukan hanya sistem distribusi, tetapi juga moral dan kepedulian sosial warga.
TANJUNGPANDAN — Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menyinggung persoalan antrean dan ketersediaan BBM yang terjadi di daerah itu beberapa waktu terakhir sebagai contoh nyata penerapan nilai-nilai Pancasila. Menurut dia, persoalan tersebut tidak hanya menguji efektivitas sistem distribusi pemerintah, tetapi juga kepedulian sosial masyarakat.
Djoni menyampaikan hal itu saat menjadi inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Tanjungpandan, Kamis. Ia menilai kepedulian sosial tercermin dari kemampuan warga menjaga ketertiban dan mendahulukan kepentingan bersama.
Dalam amanatnya, Djoni menyoroti langsung situasi antrean bahan bakar yang sempat menjadi persoalan di Belitung. Ia menilai momen kelangkaan menjadi cermin sejauh mana nilai Pancasila benar-benar diamalkan warga.
"Ketika BBM terbatas, sebenarnya yang diuji itu bukan hanya sistem distribusi, tetapi juga moral kita sebagai masyarakat. Apakah kita mau tertib, apakah kita mau berbagi dengan orang lain, dan apakah kita mau memikirkan orang lain yang berada di belakang kita," kata Djoni.
Pemerintah, lanjut dia, memiliki tanggung jawab memperbaiki sistem, memperkuat pengawasan, dan menindak pelanggaran. Namun masyarakat juga punya tanggung jawab moral untuk menjaga ketertiban dan keadilan bersama.
Djoni menegaskan Pancasila tidak cukup dihafalkan, diucapkan, atau dipajang di dinding kantor. Nilai-nilai itu harus diwujudkan melalui perilaku nyata sehari-hari.
"Pancasila justru diuji ketika keadaan sedang sulit, ketika kepentingan kita bertemu dengan kepentingan orang lain, ketika tidak ada yang mengawasi kita, dan ketika kita memiliki kesempatan untuk mengambil lebih daripada yang seharusnya. Di sinilah integritas kita diuji," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya integritas, kejujuran, dan keikhlasan dalam pengabdian kepada masyarakat. Menurut dia, tiga hal itu menjadi fondasi pelayanan publik yang berpihak pada warga.
Djoni juga mengingatkan aparatur dan masyarakat agar tidak terjebak bekerja semata-mata untuk membuat konten, mendapatkan pengakuan, atau memperoleh perhatian publik di tengah perkembangan media sosial.
"Ada pelayanan yang tidak perlu dipublikasi, dan ada pertolongan yang cukup diketahui Allah SWT. Pekerjaan yang mungkin tidak pernah masuk media sosial, tapi manfaatnya dirasakan oleh orang banyak, itulah keikhlasan dalam pengabdian," katanya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah membangun budaya kerja yang berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar popularitas.
"Pancasila tidak membutuhkan kita untuk banyak bicara tentangnya, Pancasila membutuhkan kita untuk membuktikannya. Bekerjalah ketika dilihat, dan bekerjalah ketika tidak dilihat," ujar Djoni.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dilaksanakan setiap 1 Oktober. Pada 2026, peringatan tersebut mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".
Kabupaten Belitung merupakan salah satu dari dua kabupaten di Pulau Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan ibu kota di Tanjungpandan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah sekitar 2.293,69 kilometer persegi dan secara administratif terdiri atas lima kecamatan: Tanjungpandan, Membalong, Badau, Sijuk, dan Selat Nasik.
Berdasarkan proyeksi penduduk BPS, jumlah penduduk Kabupaten Belitung pada 2025 mencapai sekitar 193.560 jiwa.