TOBOALI — Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Selatan Risvandika menyatakan permohonan bantuan alat pengering padi sudah diajukan ke Kementerian Pertanian pada tahun ini. Alat itu ditujukan untuk membantu petani saat panen raya, terutama ketika musim hujan tiba.
Menurut Risvandika, hujan yang datang bersamaan dengan panen raya membuat petani kewalahan mengeringkan gabah. Kondisi itu mendorong dinas mengusulkan alat pengering berkapasitas 10 ton per jam.
Bulog sebagai mitra penyerapan gabah petani menetapkan syarat kadar air minimal di bawah 14 persen. Angka itu sulit dicapai petani ketika panen jatuh di musim hujan tanpa alat pengering memadai.
"Bulog mempunyai kriteria minimal kadar airnya di bawah 14 persen. Untuk mencapai itu tentu petani kita akan kewalahan saat musim hujan. Sehingga dengan adanya bantuan alat pengering nanti dapat membantu petani menjaga kualitas padi yang dihasilkan," ujar Risvandika.
Dinas menilai kualitas gabah yang terjaga akan berpengaruh langsung pada nilai jual petani. Gabah yang memenuhi kriteria Bulog lebih mudah diserap, sehingga pendapatan petani tidak tergerus saat cuaca buruk.
Alat pengering yang diusulkan berkapasitas 10 ton per jam. Dengan kapasitas tersebut, Risvandika menyebut proses pengeringan gabah saat panen raya bisa berjalan lebih cepat dan merata.
"Tahun ini kami sudah mengajukan permohonan bantuan alat pengering padi ke Kementerian Pertanian untuk membantu petani saat panen raya," katanya di Toboali.
Usulan ini menjadi salah satu upaya dinas menjaga produksi pertanian di Bangka Selatan. Selama ini petani mengandalkan penjemuran langsung di bawah sinar matahari, cara yang rentan gagal ketika hujan turun berhari-hari.
Risvandika berharap bantuan alat pengering terealisasi agar petani tetap bersemangat mengolah lahan. Menurutnya, peningkatan produksi akan mendorong Bangka Selatan sebagai lumbung pangan di Kepulauan Bangka Belitung.
"Pemerintah daerah tentu akan terus berupaya untuk membantu para petani. Untuk itu, kami berharap petani tetap semangat dalam mengolah lahan pertaniannya sehingga produksinya terus meningkat dan Bangka Selatan menjadi lumbung pangan provinsi," ujarnya.
Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai jadwal keputusan Kementerian Pertanian atas usulan tersebut. Dinas menyatakan akan terus mengawal proses pengajuan bantuan itu.