KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pirelli menyiapkan struktur ban baru untuk Formula 1 musim 2027 dengan tingkat degradasi termal lebih tinggi, tanpa mengorbankan daya cengkeram. Langkah ini diambil untuk menekan dominasi strategi satu kali pit stop yang membuat banyak Grand Prix musim 2026 berjalan monoton. Uji coba lanjutan dijadwalkan di Sirkuit Magny-Cours, Prancis, pertengahan Oktober.
Sebanyak 9 dari 15 Grand Prix yang sudah berjalan musim 2026 menjadi balapan one-stop bagi mayoritas pembalap, termasuk sang pemenang. Kondisi itu muncul dari karakteristik ban Pirelli spesifikasi 2026 yang dikembangkan sejak tahun lalu, ketika Pirelli harus bekerja berdasarkan estimasi dan prediksi tim soal regulasi mobil baru.
Keausan ban sebenarnya sempat mewarnai beberapa seri musim ini. GP Hungaria jadi contoh paling menonjol, dimenangkan Lando Norris dengan strategi tiga kali pit stop.
Namun mayoritas sirkuit tetap mengikuti pola serupa. Grand Prix Azerbaijan 2026 menjadi salah satu balapan yang dinilai mengurangi dinamika duel taktis karena hampir semua pembalap hanya sekali singgah ke pit.
Pirelli tidak bisa menyalahkan tim sepenuhnya. Data simulasi antar-tim saat pengembangan ban 2026 sangat bervariasi, dengan perbedaan tingkat downforce hingga 30 persen antar simulasi. Selisih itu setara dengan sekitar empat detik waktu putaran.
Tantangan terbesar Pirelli pada proyek 2026 adalah mobilnya belum wujud saat ban diproduksi. Pengujian hanya mengandalkan mobil mule dengan aerodinamika dasar 2026, tanpa unit daya spesifikasi 2026 beserta karakteristik khasnya.
Pirelli pun harus merancang ban yang mampu mengakomodasi seluruh spektrum performa, dari tim dengan downforce rendah hingga tertinggi. Hasilnya, ban 2026 bertahan terlalu lama dan mematikan variasi strategi.
Berbeda dari proyek sebelumnya, pengembangan ban 2027 kini diuji langsung menggunakan mobil dan mesin spesifikasi 2026 pada sesi tes khusus. Ferrari dan Racing Bulls merampungkan total 400 putaran di Sirkuit Imola pertengahan September lalu, seusai GP Spanyol di Madrid.
Ferrari menurunkan Lewis Hamilton, Charles Leclerc, dan Antonio Giovinazzi. Racing Bulls mengandalkan Liam Lawson dan Arvid Lindblad.
"Tahun ini kami tidak lagi bekerja dengan mobil prototipe, melainkan mobil sungguhan musim ini. Hal ini memberikan gambaran yang jauh lebih jelas," ujar Kepala Insinyur Pirelli, Simone Berra.
"Fokus kami bukan lagi pada keseimbangan atau stabilitas mobil semata, melainkan menciptakan tingkat degradasi ban yang lebih tinggi. Kami mengevaluasi berbagai solusi struktur untuk memicu degradasi pada ban depan maupun poros belakang," lanjutnya.
Pirelli sengaja merancang struktur ban baru agar lebih mudah mengalami penurunan performa secara termal ketimbang daya tahan yang berlebihan.
"Saya belum bisa membeberkan detail teknisnya, tetapi tujuannya jelas: meningkatkan degradasi termal. Kita bisa melihat, terutama di paruh pertama musim ini, tingkat keausan ban sangat rendah. Kami menguraikan struktur ban agar menghasilkan lebih banyak panas," jelas Berra.
"Selanjutnya, kami masih harus melakukan uji coba lanjutan untuk menentukan rentang compound yang tepat untuk musim depan. Itu menjadi poin penting lain dalam agenda diskusi kami," pungkasnya.
Sesi tes berikutnya dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Magny-Cours, Prancis, pada pertengahan Oktober. Sesi tersebut akan memanfaatkan sistem penyiraman buatan sirkuit untuk menguji performa ban basah dan intermediate.
Jika struktur baru ini bekerja sesuai rencana, F1 2027 berpotensi menghadirkan lebih banyak variasi strategi pit stop dan duel taktis di lintasan.