KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,55% atau 34,88 poin ke level 6.263 pada penutupan sesi pertama perdagangan Jumat (24/9). Investor asing membukukan aksi jual bersih Rp 355,78 miliar hingga jeda makan siang, dengan saham Telkom Indonesia (TLKM), Dian Swastatika Sentosa (DSSA), dan Bank Mandiri (BMRI) menjadi sasaran utama.
Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume transaksi sepanjang sesi pertama mencapai 20,96 miliar saham dengan frekuensi 946,98 ribu kali. Nilai transaksi siang ini tercatat Rp 4,51 triliun, sementara kapitalisasi pasar berada di posisi Rp 10.978 triliun.
Tekanan jual membuat 517 saham terpuruk, jauh melampaui 140 saham yang masih bertahan di zona hijau. Sebanyak 130 saham lainnya stagnan di harga penutupan sebelumnya.
Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memimpin daftar top net sell asing dengan nilai Rp 43,75 miliar. DSSA menyusul dengan penjualan Rp 37,84 miliar, disusul BMRI senilai Rp 34,71 miliar.
Dari sisi nilai transaksi, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham paling ramai ditransaksikan senilai Rp 243,46 miliar. DSSA berada di posisi kedua dengan Rp 187,28 miliar, kemudian PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 133,8 miliar.
Sepuluh dari sebelas sektor di bursa parkir di zona merah. Sektor properti mencatat koreksi paling dalam, menyeret sejumlah emiten pengembang kawasan.
Pelemahan sektor properti terjadi di tengah tekanan eksternal dari bursa regional. Indeks Hang Seng Hong Kong terkoreksi 1,86% ke 24.300 dan Shanghai Composite turun 1,22% ke 3.888.
Bursa Asia bergerak bervariasi. Nikkei Jepang naik 1,30% ke 66.367 dan Kospi Korea bertambah 0,9% ke 7.080, sementara dua bursa utama China kompak melemah.
Di jajaran top gainers, PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) melonjak 24,64% ke Rp 2.580. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) naik 3,03% ke Rp 34, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menguat 2,2% ke Rp 25.600.
Sebaliknya, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) memimpin top losers dengan penurunan 14,72% ke Rp 278. PT Asuransi Jiwa Sinarmas Tbk (LIFE) turun 10% ke Rp 10.125, dan PT Sanurhasta Mina Tbk (MINA) melemah 9,38% ke Rp 210.
Net sell asing yang sudah menembus Rp 355,78 miliar di sesi pertama menjadi sinyal bahwa tekanan jual masih berlanjut. Investor perlu mencermati apakah aksi jual asing berlanjut ke sesi II atau justru berbalik arah menjelang penutupan.
Dominasi saham perbankan dan telekomunikasi di daftar net sell menunjukkan asing sedang mengurangi eksposur di sektor defensif yang biasanya jadi jangkar portofolio. Jika tren ini berlanjut, IHSG berpotensi menguji level support terdekat di bawah 6.250.