PANGKALPINANG — Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang mencatat 95 pendonor darah menerima penghargaan dalam kegiatan yang digelar di Ruang Betason, Kantor Pemerintah Kota Pangkalpinang. Rinciannya, 52 orang mendapat penghargaan atas donor darah ke-25, 19 orang untuk donor ke-50, tiga orang untuk donor ke-75, dan 21 orang merupakan pendonor rhesus negatif siaga kemanusiaan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr. Hisar Mangoloi Manalu, menyebut para pendonor tersebut sebagai pahlawan kemanusiaan. Menurut dia, peran mereka sangat penting dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat.
Hisar menegaskan hingga saat ini darah manusia belum dapat diproduksi secara buatan. Kemajuan peralatan medis tidak menghapus kebutuhan atas sumbangan darah dari pendonor sukarela.
"Darah adalah lambang kehidupan. Di saat dunia medis terus berpacu pesat dengan peralatan-peralatan canggih, ada satu hal yang indah di dunia ini yang belum bisa diciptakan, yaitu darah manusia," kata Hisar.
Ia menambahkan, darah yang disumbangkan para pendonor bukan sekadar cairan biologis. Bagi pasien yang membutuhkan transfusi, sumbangan itu menjadi harapan dan kesempatan hidup.
"Setiap tetes darah yang Anda donorkan secara rutin, bukan sekadar cairan biologis saja, melainkan harapan baru, kesempatan kedua untuk hidup, dan senyuman yang kembali hadir di wajah para pasien serta keluarga mereka di rumah sakit," ujarnya.
Sebanyak 21 penerima penghargaan merupakan pendonor dengan rhesus negatif. Golongan ini masuk kategori siaga kemanusiaan karena jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding pemilik rhesus positif.
Ketersediaan pendonor rhesus negatif menjadi krusial ketika pasien dengan golongan darah sama membutuhkan transfusi mendesak. Pencarian pendonor jenis ini kerap memakan waktu lebih lama karena populasinya terbatas.
Penghargaan bagi pendonor dengan capaian 25, 50, dan 75 kali donor menjadi penanda bahwa sumbangan rutin berlangsung dalam rentang waktu panjang. Setiap kali donor umumnya berjarak beberapa bulan, sehingga capaian tersebut menuntut konsistensi bertahun-tahun.
Hisar mengakui pemenuhan kebutuhan darah yang aman, sehat, dan tepat waktu masih menjadi tantangan di Pangkalpinang. Tantangan itu mencakup ketersediaan stok harian maupun kesiapan pendonor saat dibutuhkan mendesak.
Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Kesehatan terus mendorong warga untuk mendonorkan darah secara rutin. Kegiatan pemberian penghargaan menjadi salah satu cara menjaga keterlibatan pendonor lama sekaligus menarik pendonor baru.
Bagi warga yang ingin menyumbang darah, pendonor umumnya perlu memenuhi syarat usia, berat badan, dan kondisi kesehatan tertentu. Pemeriksaan singkat dilakukan sebelum pengambilan darah untuk memastikan keamanan penerima transfusi.