KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Timnas Malaysia resmi mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, untuk mengikuti FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar di Indonesia mulai 24 September hingga 5 Oktober. Rombongan pemain dan staf pelatih tiba di Terminal 3 kedatangan internasional pukul 12.14 WIB, Selasa (22/9), sebelum langsung dijemput bus peserta menuju tempat penginapan.
Kedatangan skuad Harimau Malaya disambut antrean bus peserta turnamen yang sudah disiapkan panitia di area kedatangan. Setelah check-in penginapan, tim asuhan pelatih ini dijadwalkan menjalani sesi latihan persiapan sebelum laga perdana melawan Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 25 September mendatang.
Bek Timnas Malaysia, Ubaidullah Syamsul, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari edisi pertama FIFA ASEAN Cup. Ia menyebut persiapan timnya berjalan rapi dan target yang dipasang jelas: menembus partai puncak.
"Bagi saya, kami sebagai satu pasukan akan melakukan persiapan yang rapih, dan fokus kami positif untuk layak [masuk] di final, dan insyaAllah kami akan melakukan yang terbaik," ucap Ubaidullah di Bandara Soetta.
Menurutnya, tambahan tenaga dari pemain naturalisasi membuat Malaysia lebih percaya diri tampil maksimal di kompetisi ini. Meski begitu, ia mengingatkan rekan-rekannya agar tetap waspada karena berada satu grup dengan tuan rumah Indonesia.
"Fans-fans Indonesia dari dulu off course excited. Bagi saya di grup kami ada chance, semua pasukan ada layak untuk ke peringkat selanjutnya," imbuhnya.
FIFA ASEAN Cup 2026 edisi perdana ini dibagi menjadi dua grup dan berlangsung 24 September hingga 5 Oktober. Grup A diisi tuan rumah Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh, dengan seluruh pertandingan digelar di SUGBK, Jakarta.
Sementara Grup B memuat Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan, yang akan bertanding di Stadion Jalak Harupat, Bandung. Format dua grup ini membuat setiap tim wajib tampil konsisten sejak matchday pertama untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.
Bagi Malaysia, bersaing di grup yang sama dengan Indonesia menjadi tantangan tersendiri. Tekanan suporter tuan rumah di SUGBK disebut Ubaidullah bukan hal baru, dan ia menilai atmosfer tersebut justru menambah motivasi pasukannya.
Duel Malaysia melawan Indonesia diprediksi menjadi penentu siapa yang berhak melaju dari Grup A. Sebelum itu, Malaysia harus lebih dulu melewati Bangladesh, sementara Indonesia menjalani laga pembuka melawan Singapura.