BANGKA BARAT — Polres Bangka Barat mengerahkan personel Bhabinkamtibmas untuk turun ke permukiman warga menyusul meningkatnya kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau. Kegiatan Door to Door System (DDS) ini menjadi garda terdepan pencegahan sebelum api sempat menyala.
Instruksi peningkatan kewaspadaan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak kepada jajarannya. Kondisi cuaca kering yang melanda wilayah setempat dinilai menjadi pemicu utama meluasnya titik api apabila ada kelalaian dalam pengelolaan lahan.
Dalam penyisiran yang dilakukan di Kelurahan Keranggan, Aiptu Irwan berdialog dari rumah ke rumah. Pesan utamanya satu: membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar dilarang keras karena berisiko menjalar menjadi karhutla yang sulit dikendalikan.
Pendekatan langsung ini dipilih untuk memastikan imbauan diterima secara personal, bukan sekadar melalui pengeras suara atau media sosial. Warga diajak memahami dampak jangka panjang dari karhutla, baik terhadap lingkungan maupun potensi hukum bagi pelaku pembakaran.
Perintah Kapolres ini bukan tanpa alasan. Memasuki musim kemarau, vegetasi kering mudah terbakar dan angin dapat mempercepat perambatan api. Wilayah perkebunan dan lahan kosong di Bangka Barat menjadi titik rawan yang mendapat perhatian khusus dari aparat keamanan.
Polres Bangka Barat tidak hanya mengandalkan sosialisasi. Kewaspadaan personel di lapangan juga ditingkatkan untuk merespons cepat laporan warga jika muncul potensi kebakaran. Langkah preventif ini dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan setelah api membesar.
Kegiatan DDS di Kelurahan Keranggan diharapkan menjadi contoh bagi kelurahan dan desa lain di Kecamatan Mentok untuk menggencarkan imbauan serupa. Peran aktif warga dalam melaporkan titik api sejak dini menjadi kunci utama menekan angka karhutla di wilayah hukum Polres Bangka Barat.