TOBOALI — Dekranasda Kabupaten Bangka Selatan tidak lagi mengandalkan pameran konvensional untuk memasarkan produk kerajinan lokal. Melalui kompetisi TikTok "Bangka Selatan Local Craft Challenge 2026", mereka mencoba menjangkau audiens yang lebih luas lewat platform digital yang digandrungi generasi muda.
Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Bangka Selatan, Elizia Riza Herdavid, menyebut media sosial adalah peluang besar yang tidak boleh dilewatkan untuk membawa produk kriya daerah menembus pasar yang lebih luas.
"Kami ingin mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk bersama-sama mempromosikan kekayaan kriya lokal Bangka Selatan melalui karya-karya kreatif di media digital. TikTok menjadi salah satu platform yang sangat efektif untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas, bahkan hingga tingkat nasional," ujar Elizia, Jumat (7/8/2026).
Elizia menegaskan bahwa produk yang dihasilkan para perajin Bangka Selatan memiliki nilai lebih dari sekadar komoditas ekonomi. Setiap karya menyimpan nilai seni, budaya, dan kearifan lokal yang perlu dikenal publik.
Kompetisi ini dirancang untuk mendorong peserta menampilkan sisi unik dari produk kriya setempat. Mulai dari proses pembuatan, bahan baku, hingga cerita di balik setiap karya.
Pemilihan TikTok bukan tanpa alasan. Platform berbagi video pendek ini memiliki algoritma yang mampu mendistribusikan konten secara organik ke pengguna di berbagai daerah, bahkan tanpa perlu jumlah pengikut yang besar.
Bagi perajin kecil di daerah, ini menjadi pintu masuk yang murah dan efektif untuk memperkenalkan produknya ke pasar yang sebelumnya sulit dijangkau.
Langkah Dekranasda Bangka Selatan ini menjadi contoh bagaimana institusi daerah beradaptasi dengan perilaku konsumen yang semakin digital. Kolaborasi dengan kreator konten dan generasi muda diharapkan mampu mengemas produk tradisional dengan cara yang relevan bagi penonton masa kini.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bahwa produk kerajinan lokal mampu bersaing di tengah gempuran produk massal. Dengan pendekatan digital, nilai keunikan dan cerita di balik produk kriya menjadi daya tarik utama yang tidak dimiliki produk pabrikan.