KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Benzinga Pro, platform yang menyajikan berita dan rilis pers untuk trader setiap hari, telah merilis data saham paling banyak dicari sepanjang Juli 2026. Data dihimpun berdasarkan volume pencarian pengguna harian, dengan harga acuan berdasarkan penutupan pasar pada 3 Agustus 2026.
Dari 12 besar daftar tersebut, terlihat pergeseran menarik. Lima nama baru masuk, sementara lima nama lain harus tergeser. Yang paling menonjol adalah masuknya Defiance Daily Target 2x Short MU ETF (NYSE:MUZ), sebuah produk ETF leveraged yang justru bertaruh melawan pergerakan saham Micron.
Kehadiran MUZ di posisi kedelapan menjadi sorotan. Ini kali pertama dalam catatan redaksi Benzinga sebuah ETF dengan leverage atau inverse masuk jajaran terpopuler. MUZ tercatat memiliki return tahun berjalan minus 35,5 persen, kontras dengan saham acuannya yang justru naik 163 persen.
Fenomena ini menunjukkan tingginya minat trader terhadap posisi short di tengah reli saham semikonduktor. "Saya tidak ingat pernah ada ETF leveraged atau inverse sepopuler ini di kalangan pembaca selama sebulan penuh," tulis redaksi Benzinga dalam laporannya.
Micron Technology (NASDAQ:MU) bertengger di posisi ketiga dengan harga saham saat ini di level USD 829,50. Pergerakannya tahun ini luar biasa, melonjak dari kisaran terendah 52 minggu di USD 105,46 hingga sempat menyentuh USD 1.255,00.
SanDisk Corp (NASDAQ:SNDK) bahkan lebih agresif. Return tahun berjalan mencapai 368 persen dengan harga kini di USD 1.288,03. Kedua emiten ini menjadi barometer utama sektor memori dan penyimpanan, yang tengah menikmati siklus kenaikan harga chip global.
SpaceX (NASDAQ:SPCX) yang resmi menjadi perusahaan publik pada Juni lalu masih mampu bertahan di peringkat kelima. Meski harga saat ini USD 114,53 atau turun 28,8 persen dari awal tahun, minat pencarian terhadap saham ini belum mereda. Ini menjadi salah satu IPO langka yang mampu bertahan dua bulan beruntun di jajaran terpopuler.
Berbeda dengan SpaceX, Tesla Inc (NASDAQ:TSLA) justru tertekan. Harga sahamnya jatuh 26,5 persen year-to-date ke level USD 322,08. Posisi pencariannya juga merosot ke peringkat kedua dari sebelumnya konsisten di posisi dua hingga empat sepanjang kuartal kedua.
Nebius Group NV (NASDAQ:NBIS) kembali masuk daftar di posisi 11 setelah sempat hilang pada Juni. Perusahaan teknologi asal Belanda ini mencatat return 136,3 persen sejak awal tahun, didorong oleh bisnis komputasi awan untuk kecerdasan buatan.
Beberapa nama besar justru keluar dari 12 besar pada Juli, di antaranya Marvell Technology, Intel, Oracle, dan Broadcom. Padahal Intel sempat menempati peringkat 10 untuk pencarian paruh pertama 2026. Sementara itu, Meta Platforms, Microsoft, dan Invesco QQQ Trust berhasil kembali masuk setelah absen pada bulan sebelumnya.
Laporan Benzinga juga mengingatkan bahwa indeks S&P 500 telah turun dua bulan beruntun pada Juni dan Juli. Data historis menunjukkan pola serupa kerap diikuti pelemahan lanjutan pada bulan berikutnya. Trader tampaknya mulai mencari lindung nilai, terlihat dari masuknya ETF inverse MUZ ke daftar pencarian teratas.