BELITUNG TIMUR — Serapan anggaran belanja daerah Pemkab Belitung Timur masih rendah di tengah tahun berjalan. Dari pagu yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, realisasi baru mencapai kurang dari separuh total anggaran.
Data menunjukkan total anggaran belanja daerah tahun ini sebesar Rp816,83 miliar. Jumlah ini menyusut sekitar 4,22 persen dari pagu belanja daerah pada tahun sebelumnya.
Komposisi belanja daerah tahun ini masih didominasi oleh belanja pegawai. Alokasi untuk gaji dan tunjangan aparatur sipil negara mencapai Rp245,50 miliar.
Sementara itu, pos belanja barang dan jasa dialokasikan sebesar Rp67,17 miliar. Terdapat pula pos belanja lainnya dengan nilai Rp46,83 miliar dalam struktur APBD 2026.
Yang menarik perhatian adalah pos belanja modal. Anggaran untuk pengadaan aset dan infrastruktur pemerintah hanya tercatat Rp2,92 miliar, menjadikannya komponen dengan alokasi paling kecil dibandingkan pos belanja lainnya.
Rendahnya realisasi belanja hingga bulan kedelapan ini berpotensi mempengaruhi kelancaran program pembangunan dan pelayanan publik di kabupaten yang dikenal dengan julukan Negeri Junjung Besaoh ini.
Dengan sisa waktu sekitar empat bulan hingga akhir tahun anggaran, Pemkab Belitung Timur masih harus mengejar realisasi lebih dari 55 persen dari total pagu belanja yang telah ditetapkan.
Perlu diketahui, penyerapan anggaran yang minim kerap menjadi sorotan dalam evaluasi kinerja keuangan pemerintah daerah. Kondisi ini biasanya berujung pada penundaan proyek atau tidak optimalnya layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Belanja daerah merupakan instrumen penting bagi pemerintah kabupaten untuk menggerakkan roda perekonomian, membiayai operasional pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, serta membangun infrastruktur publik. Data ini setidaknya menjadi catatan bagi perencanaan dan eksekusi anggaran di sisa tahun 2026.