Berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu perintah yang ditekankan dalam Al-Quran, bahkan disebutkan setelah perintah untuk menyembah Allah SWT, menunjukkan betapa besar kedudukan orang tua dalam ajaran Islam.
Salah satu bentuk bakti yang dapat dilakukan anak, baik ketika orang tua masih hidup maupun setelah wafat, adalah dengan senantiasa mendoakan kebaikan, ampunan, dan kasih sayang Allah SWT bagi keduanya.
Berikut bacaan doa untuk kedua orang tua yang dianjurkan untuk dibaca setiap hari, khususnya setelah menunaikan salat, lengkap dengan arti dan keutamaan mengamalkannya secara rutin.
Islam menempatkan bakti kepada orang tua sebagai salah satu amal yang paling dicintai Allah SWT, bahkan Rasulullah SAW menyebutkan bahwa ridha Allah SWT bergantung pada ridha orang tua.
Kewajiban berbakti ini tidak terbatas hanya saat orang tua masih hidup, melainkan tetap berlanjut setelah keduanya wafat, salah satunya melalui doa yang senantiasa dipanjatkan oleh anak-anaknya.
Mendoakan orang tua juga menjadi salah satu amal yang pahalanya terus mengalir, sebagaimana disebutkan dalam hadis tentang tiga amal yang tidak terputus meski seseorang telah meninggal dunia.
Doa yang paling populer dan dianjurkan untuk dibaca adalah: Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira.
Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah mendidik aku sewaktu kecil."
Doa ini terdapat dalam Al-Quran surat Al-Isra ayat 24 dan menjadi salah satu doa yang paling sering diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini karena keindahan maknanya.
Doa untuk orang tua dianjurkan dibaca setelah menunaikan salat fardhu, sebagai bagian dari zikir dan doa yang dipanjatkan setelah selesai beribadah kepada Allah SWT.
Selain itu, doa ini juga baik dibaca pada waktu-waktu mustajab lainnya, seperti sepertiga malam terakhir, saat berpuasa menjelang berbuka, maupun ketika berziarah ke makam orang tua.
Konsistensi dalam membaca doa ini, meski singkat, dipercaya dapat mendatangkan keberkahan bagi anak maupun orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.
Doa ini mengandung permohonan ganda, yaitu ampunan bagi diri sendiri dan kedua orang tua, sekaligus permohonan kasih sayang Allah SWT bagi orang tua sebagaimana mereka mengasihi anaknya sejak kecil.
Kalimat "sebagaimana mereka telah mendidik aku sewaktu kecil" menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan orang tua dalam membesarkan anak, sehingga sudah sepatutnya dibalas dengan doa dan bakti yang tulus.
Doa ini juga mengajarkan bahwa kasih sayang kepada orang tua sebaiknya tidak hanya diwujudkan dalam bentuk materi, melainkan juga doa yang dipanjatkan secara konsisten dan penuh ketulusan.
Selain mendoakan, bakti kepada orang tua juga dapat diwujudkan dengan bertutur kata lembut, tidak membentak, serta senantiasa menjaga perasaan keduanya dalam setiap interaksi sehari-hari.
Membantu memenuhi kebutuhan orang tua, baik secara finansial maupun fisik, terutama saat mereka memasuki usia senja, juga menjadi bentuk bakti yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Bagi orang tua yang telah wafat, bakti dapat dilanjutkan dengan mendoakan, menyambung silaturahmi dengan kerabat mereka, serta menunaikan wasiat atau amanah yang pernah dititipkan semasa hidup.
Orang tua dapat mengenalkan doa ini kepada anak sejak usia dini, mengingat bacaannya yang relatif singkat namun sarat makna, sehingga mudah dihafal dan dipahami oleh anak-anak.
Menjelaskan arti doa ini secara sederhana juga penting, agar anak memahami bahwa doa tersebut merupakan bentuk cinta dan penghormatan kepada orang tua yang telah membesarkan mereka.
Kebiasaan mendoakan orang tua yang ditanamkan sejak kecil diharapkan dapat terus terbawa hingga anak dewasa, menjadi kebiasaan baik yang tidak pernah putus sepanjang hayat.
Membiasakan diri mendoakan kedua orang tua setiap hari menjadi wujud bakti dan cinta anak yang tidak pernah putus, sekaligus ikhtiar memohon keberkahan dan ampunan Allah SWT bagi keduanya.