Utang Indonesia Disebut Tembus Rp10.000 Triliun, Faktanya Berbeda: BI Catat ULN Rp7.791 Triliun di Triwulan I 2026

Penulis: Syahrul Karim  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 19:17:01 WIB
Petugas menunjukkan grafik posisi Utang Luar Negeri Indonesia yang tercatat Rp7.791 triliun pada triwulan I 2026, berbeda dengan klaim yang beredar di media sosial.

PANGKALPINANG — Video berdurasi satu menit yang mengklaim Indonesia menuju kebangkrutan karena utang tembus Rp10.000 triliun telah ditonton lebih dari 51 ribu kali di Facebook. Narasi dalam unggahan itu juga menyebut pemerintah menerapkan kebijakan "gali lubang tutup lubang" dan memaksa rakyat membayar pajak.

Faktanya, data resmi Bank Indonesia menunjukkan posisi ULN Indonesia per triwulan I 2026 berada di angka 433,4 miliar dolar AS. Dengan kurs sekitar Rp17.978 per dolar AS, nilainya setara Rp7.791 triliun—bukan Rp10.000 triliun seperti yang diklaim dalam video.

Struktur Utang Masih Sehat, Rasio terhadap PDB Turun

Bank Indonesia dalam publikasinya pada 18 Mei 2026 menegaskan bahwa struktur ULN Indonesia tetap sehat. Utang yang dikelola pemerintah didominasi instrumen jangka panjang dan dikelola secara hati-hati.

Indikator lain yang memperkuat kondisi ini adalah rasio ULN terhadap PDB yang justru membaik. Pada triwulan I 2026, rasionya tercatat 29,5 persen, turun dibandingkan posisi 30,0 persen pada triwulan sebelumnya.

Video Viral Ternyata Cuplikan Opini YouTube, Bukan Pernyataan Resmi

Penelusuran lebih lanjut menemukan bahwa video yang beredar di Facebook tersebut merupakan potongan dari konten YouTube berjudul "LAST WARNING! Tsunami Ekonomi & Mega Financial Crisis Indonesia". Video asli diunggah pada 14 April 2026 dan berisi analisis serta opini pribadi pembuat konten mengenai risiko ekonomi di masa mendatang.

Konten tersebut sama sekali bukan pernyataan resmi pemerintah maupun lembaga negara. Isinya merupakan pandangan subjektif pembuat konten, bukan data statistik resmi yang bisa dipertanggungjawabkan.

Pemerintah dan BI Perkuat Koordinasi Pengelolaan Utang

Pemerintah bersama Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan utang. Utang diposisikan sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan, bukan sebagai beban yang mengancam keberlangsungan negara.

Data lengkap mengenai posisi ULN Indonesia terkini dapat diakses publik melalui publikasi Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi Mei 2026 di situs web resmi Bank Indonesia.

Dari penelusuran ini, dapat disimpulkan bahwa klaim utang Indonesia tembus Rp10.000 triliun yang dikaitkan dengan kebangkrutan adalah tidak benar dan masuk kategori hoaks.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top