Jakarta - Nyeri di ulu hati menjadi keluhan yang cukup sering dialami banyak orang, terutama akibat pola makan yang tidak teratur atau konsumsi makanan pedas secara berlebihan. Kondisi ini umumnya dipicu oleh naiknya asam lambung, meski penyebabnya bisa juga mengarah ke kondisi lain seperti gastritis atau GERD.
Gejala yang perlu diwaspadai:
Cara meredakan tanpa obat:
Penanganan dengan obat
Jika keluhan cukup mengganggu, antasida bisa dikonsumsi untuk meredakan gejala dengan cepat karena bekerja menetralkan asam lambung secara langsung. Namun penggunaannya sebaiknya tidak sembarangan dan sesuai anjuran pada kemasan atau resep dokter.
Langkah pencegahan jangka panjang
Menjaga berat badan tetap ideal dan berhenti merokok menjadi dua faktor penting dalam mencegah maag kambuh berulang. Kebiasaan makan tidak teratur, sering menunda waktu makan, serta konsumsi kopi dan makanan berlemak tinggi secara berlebihan juga perlu dikurangi.
Kelola stres dengan baik, karena kondisi psikologis yang tertekan turut memengaruhi produksi asam lambung dalam tubuh. Makan dengan porsi kecil namun lebih sering juga bisa membantu mengurangi tekanan pada lambung dibanding makan dalam porsi besar sekaligus.
Jika nyeri ulu hati terus berulang dalam waktu lama, disertai penurunan berat badan drastis, muntah darah, atau kesulitan menelan, segera periksakan diri ke dokter karena gejala tersebut bisa menandakan kondisi yang lebih serius dan membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Hindari juga mengonsumsi minuman bersoda dan makanan yang terlalu berminyak, karena keduanya diketahui dapat memicu peningkatan produksi gas dan asam lambung. Mengunyah makanan secara perlahan dan tidak terburu-buru saat makan turut membantu meringankan kerja lambung dalam mencerna makanan.
Bagi yang sering mengalami nyeri ulu hati akibat GERD, tidur dengan posisi kepala lebih tinggi dari badan menggunakan bantal tambahan bisa membantu mencegah asam lambung naik ke kerongkongan saat malam hari, sehingga kualitas tidur pun ikut membaik.