TANJUNGPANDAN — Layanan distribusi air bersih darurat mulai menjangkau permukiman warga di Kabupaten Belitung yang mengalami kekeringan. BPBD setempat mengerahkan armada mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk mengantar air langsung ke titik-titik permukiman yang warganya kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Belitung Zainal Harison mengatakan langkah ini diambil setelah banyak sumur dan sumber air warga yang mulai mengering. Kondisi itu membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan harian seperti mandi, mencuci, hingga air minum.
Agar penyaluran berjalan efektif dan tepat sasaran, BPBD Belitung meminta warga mengajukan permohonan secara kolektif di tingkat rukun tetangga (RT) atau lingkungan setempat. Zainal menyarankan setiap wilayah menyiapkan penampungan seperti ember, drum, atau tandon air sebelum armada tiba.
"Kami sarankan masyarakat bisa kolektif dalam satu wilayah jadi lebih banyak masyarakat yang menerima manfaat," kata Zainal di Tanjungpandan, Minggu.
Zainal menegaskan layanan pengantaran air bersih ini diberikan tanpa dipungut biaya alias gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Warga yang mengalami krisis air bersih dapat langsung menghubungi pihak BPBD Belitung untuk mengajukan permintaan.
"Layanan ini kami berikan secara gratis untuk masyarakat yang membutuhkan. Warga yang mengalami krisis air bersih dapat langsung menghubungi pihak BPBD Belitung," ujarnya.
Ia menambahkan, pendistribusian air bersih di berbagai titik kawasan pemukiman sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kehadiran armada tangki diharapkan mampu meringankan beban warga di tengah kondisi sulit akibat kemarau.
"Kami berharap layanan distribusi air bersih ini dapat betul-betul membantu dan meringankan beban masyarakat dalam mendapatkan pasokan air di tengah musim kemarau saat ini," kata Zainal.