TOBOALI — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Basel) tidak hanya berhenti pada wacana dalam menanggapi fenomena LGBT. Melalui rapat koordinasi yang digelar Rabu (29/7/2026), Pemkab Basel memastikan akan menerjunkan tim untuk melakukan patroli dan pendekatan langsung kepada masyarakat.
Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Basel, Muhammad Zamroni, menegaskan bahwa langkah preventif ini menjadi komitmen bersama antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Ia menyebut kolaborasi lintas sektor diperlukan agar upaya pencegahan berjalan terencana dan berkelanjutan.
“Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar langkah pencegahan dapat dilakukan secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Toboali.
Pemkab Basel menempatkan lingkungan pendidikan sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan ini. Rencananya, deteksi dan edukasi akan dilakukan di sekolah-sekolah untuk membangun pemahaman peserta didik mengenai dampak negatif perilaku menyimpang.
“Kami nanti akan melakukan deteksi di sekolah-sekolah untuk mengedukasi bahwa LGBT dapat merusak masa depan masyarakat. Kami memandang LGBT menjadi ancaman terhadap masa depan suatu bangsa sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan sejak dini,” kata Zamroni.
Selain menyasar pelajar, pemerintah daerah berencana mengundang komunitas hiburan untuk diberikan edukasi. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas pemahaman mengenai nilai-nilai sosial, budaya, dan norma yang berlaku di masyarakat.
“Ke depan kami akan melaksanakan rapat lanjutan, termasuk mengundang komunitas hiburan untuk diberikan edukasi mengenai LGBT. Harapan kami, fenomena ini tidak semakin meluas, dalam waktu dekat kami juga telah menyusun langkah aksi, yakni melakukan patroli dan pendekatan kepada masyarakat agar tidak berkembang lagi di Basel,” ungkapnya.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Asisten Sekretariat Daerah, kepala perangkat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, serta organisasi keagamaan. Kehadiran Polres Basel dan Kementerian Agama Basel menjadi kunci dalam pengawasan dan pembinaan di lapangan.
Zamroni menambahkan, pihaknya mencermati fenomena LGBT sebagai dinamika sosial yang perlu mendapat perhatian serius agar tidak meluas. Ia menegaskan bahwa apabila sudah ditemukan indikasi penyebaran, maka harus dihilangkan dari Bumi Sepintu Sedulang.
“Kami pemerintah daerah bersama unsur terkait, dan seluruh stakeholder mencermati maraknya budaya LGBT yang ada di Basel yang merupakan fenomena negatif. Upaya ini dilakukan supaya LGBT tidak berkembang luas. Apabila sudah ada, maka harus kita hilangkan dari Basel,” tegasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Kementerian Agama, tokoh agama, serta seluruh perangkat daerah terkait, Pemkab Basel berharap langkah preventif ini mampu menjaga ketahanan sosial dan mewujudkan lingkungan kondusif bagi generasi muda sesuai nilai agama, budaya, dan peraturan perundang-undangan.