Samator Resmikan Filling Station Digital di Batam, Permintaan Gas Industri Melonjak 30 Persen

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32:01 WIB
Filling station digital Samator di Batam diresmikan untuk memenuhi permintaan gas industri yang meningkat hingga 30 persen.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Batam terus bertransformasi menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi di balik pabrik-pabrik yang berdiri, ada kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi: pasokan gas industri. Samator menjawab tantangan itu dengan mengoperasikan filling station paling canggih yang mereka miliki di pabrik PT Samator Gas Industri Batam.

Presiden Direktur Samator, Rachmat Harsono, mengungkapkan keputusan investasi ini didorong oleh pertumbuhan industri yang melampaui perkiraan. "Batam kalau dilihat dari growth-nya luar biasa sekali. Demand untuk oksigen, nitrogen, argon untuk industri sangat cepat kenaikannya, mungkin 20-30 persen dari tahun lalu," ujarnya dalam peresmian yang berlangsung pekan ini.

Teknologi Otomasi yang Mengubah Cara Kerja

Filling station ini bukan sekadar tempat pengisian gas biasa. Seluruh proses pengisian telah dilengkapi sistem otomasi yang memungkinkan pemantauan tekanan dan berbagai parameter operasional dilakukan dari jarak jauh. Rachmat menegaskan fasilitas ini adalah yang tercanggih yang pernah mereka bangun. "Semua berbasis teknologi, sehingga kita bisa mengetahui pressure dan berbagai parameter lainnya dari sini," katanya.

Dengan sistem digital ini, Samator dapat merespons kebutuhan pelanggan lebih cepat tanpa mengorbankan aspek keselamatan. Prosedur kerja terstandar dan budaya keselamatan tetap menjadi prioritas utama, sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap aspek Safety, Health, and Environment (SHE).

Produk dan Sektor yang Dilayani

Fasilitas ini memproduksi dan mendistribusikan beragam gas industri, mulai dari oksigen (O?), nitrogen (N?), argon (Ar), karbon dioksida (CO?), hingga produk khusus seperti hidrogen, mixed gas, forming gas, dan specialty gas. Produk-produk ini menjadi bahan baku penting bagi industri manufaktur, oleochemical, fabrikasi logam, pengelasan, elektronik, energi, makanan dan minuman, serta layanan kesehatan di Batam dan sekitarnya.

Dukungan BP Batam untuk Investor

Langkah Samator mendapat sambutan positif dari Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis. Menurutnya, ketersediaan gas industri yang berkelanjutan menjadi salah satu syarat utama bagi investor asing maupun domestik yang ingin menanamkan modal di Batam.

"Batam terus diarahkan menjadi role model pertumbuhan ekonomi dalam bisnis investasi. Karena itu kebutuhan gas harus bisa dipenuhi dengan cepat dan berkesinambungan agar investor semakin yakin berinvestasi di Batam," ungkap Fary.

Memperkuat Rantai Pasok Nasional

Ekspansi ini juga memperkuat fleksibilitas logistik Samator dalam melayani pelanggan di Kepulauan Riau dan kawasan industri sekitarnya. Dengan pengalaman lebih dari satu abad di industri gas, Samator kini mengoperasikan 60 pabrik dan 103 filling station yang tersebar di 29 provinsi. Infrastruktur baru di Batam ini menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun rantai pasok yang lebih tangguh sekaligus mendukung daya saing industri nasional yang berkelanjutan.

Bagi pelaku industri di Batam, kehadiran fasilitas ini berarti kepastian pasokan yang lebih andal—faktor krusial ketika permintaan terus merangkak naik di tengah percepatan transisi energi dan pertumbuhan sektor manufaktur nasional.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top