PANGKALPINANG — AFICI Entertainment kembali menambah deretan karya sineas lokal Bangka Belitung. Setelah Buyut dan Tari Kematian yang sukses menarik puluhan ribu penonton, rumah produksi ini meluncurkan Pelet Biduan Jalang—film horor komedi bernuansa dangdut yang sudah tayang di 23 bioskop di seluruh Indonesia.
Sutradara Bram Ferino mengungkapkan ide film ini lahir dari kesamaan hobi seluruh kru. "Inspirasi murni dari kami yang rata-rata menyukai dangdut, apalagi daerah kita punya budaya ini yang sangat hidup, termasuk tokoh biduan yang dikenal luas dari Bangka Selatan," ujarnya dalam konferensi pers.
Meski berlatar budaya lokal yang kental, Bram menegaskan bahwa jalan cerita Pelet Biduan Jalang adalah fiksi belaka. "Jangan menilai orang hanya dari luar atau profesinya. Yang tampak baik belum tentu demikian, begitu pula sebaliknya," tambahnya menjelaskan pesan moral yang ingin disampaikan.
Produser Afik Hariadi mengakui tantangan terbesar industri film lokal saat ini bukan hanya kualitas produksi, melainkan mengembalikan kebiasaan masyarakat menonton karya anak daerah di bioskop. Ia optimistis karena film-film sebelumnya membuktikan potensi pasar. "Film Buyut ditonton hampir 20 ribu orang hingga tayang di Malaysia dan negara Asia Tenggara lain, sedangkan Tari Kematian mencatat rekor hampir 50 ribu penonton," ungkap Afik.
Proses syuting Pelet Biduan Jalang sendiri hanya memakan waktu 14 hari. Cuaca menjadi kendala utama selama pengambilan gambar. Untuk mendekatkan diri dengan penonton, para pemain melakukan tur promosi ke seluruh kabupaten di Babel. Sambutan paling hangat, menurut mereka, dirasakan saat menyambangi Bangka Selatan.
Novita Sari, salah satu pemain, mengaku sempat kaku saat beraksi. Syuting di lokasi pemakaman menjadi pengalaman pertama sekaligus tantangan tersendiri baginya. Sementara itu, Gelby P Matthew yang memerankan tokoh Syakila justru merasa sangat cocok dengan perannya.
Di akhir acara, seluruh kru dan pemain mengajak masyarakat luas untuk mendukung perfilman lokal. Afik juga mengumumkan proyek selanjutnya berjudul Bujang Beguyur yang rencananya akan digarap bekerja sama dengan Pemkab Bangka Selatan.