PANGKALPINANG — Ketua Umum APTISI Pusat, Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., M.E.I., langsung memberi arahan usai melantik Fadillah Sabri. Ia meminta pengurus APTISI Babel memetakan kondisi tujuh kabupaten di Bangka Belitung sebagai dasar menyusun langkah strategis. “Tolong petakan kondisi tujuh kabupaten di Babel, apa saja yang masih menjadi kekurangan kita,” kata Prof. Budi dalam sambutannya.
Menurut Prof. Budi, lulusan perguruan tinggi di Babel harus mampu mencerminkan kontribusi kuat sehingga pemerintah daerah terdorong memberikan dukungan lebih. Pemetaan itu akan menjadi acuan peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi, yang masih menjadi pekerjaan rumah di sejumlah daerah. Ia optimistis solidaritas antarkampus swasta akan memperkuat posisi tawar dalam pembangunan pendidikan nasional.
Fadillah Sabri, yang juga Rektor Unmuh Babel, menegaskan bahwa APTISI Babel tidak sekadar menjadi wadah koordinasi antarkampus, tetapi organisasi yang menghadirkan solusi bagi pengembangan PTS. Kepengurusan periode 2026-2031 memprioritaskan sejumlah program: peningkatan tata kelola perguruan tinggi, penguatan kapasitas dosen, hilirisasi hasil riset, transformasi digital, internasionalisasi kampus, serta perluasan kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, dan industri.
“APTISI harus menjadi rumah besar bagi seluruh perguruan tinggi swasta di Bangka Belitung. Kolaborasi harus menjadi budaya agar setiap kampus dapat saling menguatkan, saling berbagi praktik baik, dan bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat,” ujar Fadillah dalam sambutannya usai pelantikan.
Ia optimistis kolaborasi yang terbangun akan meningkatkan daya saing perguruan tinggi swasta di Babel sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia daerah. Sementara itu, Ketua Umum APTISI Pusat menekankan pentingnya memperkuat solidaritas agar posisi tawar PTS semakin kokoh di tingkat nasional. Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Prof. Budi Djatmiko ini dihadiri oleh pimpinan dan perwakilan dari 10 PTS se-Bangka Belitung, menjadi langkah awal sinergi antarkampus di negeri laskar pelangi.