PANGKALPINANG — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Subekti Saputra, menyatakan penambahan pasokan ini merupakan respons terhadap tingginya permintaan gula pasir di pasar. Pemantauan petugas di lapangan menunjukkan bahwa stok sebelumnya tercatat 401,3 ton, dan dengan tambahan terbaru, jumlahnya dinilai lebih dari cukup.
Berdasarkan data Disperindag, harga eceran gula pasir curah di Pasar Pembangunan Pangkalpinang masih bertahan di angka Rp18.000 per kilogram. Sementara itu, gula pasir kemasan dijual Rp19.300 per kilogram. Untuk tepung terigu, harganya stabil di Rp13.600 per kilogram.
Subekti menambahkan, stok tepung terigu juga mengalami penambahan signifikan sebanyak 70,2 ton. Total stok tepung di 14 gudang distributor kini mencapai 342,7 ton. "Diperkirakan stok tepung dan gula pasir ini akan terus bertambah, karena pelaku usaha secara kontinu menambah pasokan untuk memperkuat stok," ujarnya, Jumat.
Disperindag mencatat, permintaan gula pasir dan tepung terigu saat ini didominasi oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Lonjakan kebutuhan ini terjadi seiring dengan meningkatnya aktivitas produksi di sektor kuliner dan makanan ringan di Bangka Belitung.
"Kita berharap dengan adanya penambahan pasokan ini dapat menjaga stabilitas harga gula pasir," kata Subekti. Ia optimistis stok yang memadai dan harga yang terjangkau akan mendorong perkembangan UMKM di daerah tersebut.
Selain gula dan tepung, Disperindag juga memantau harga sejumlah bahan pokok lainnya. Harga mi instan tercatat Rp3.000 per bungkus, garam halus Rp10.000 per kilogram, dan susu kental manis Rp13.000 per 370 gram. Sementara itu, susu bubuk dijual Rp55.333 per 400 gram, dan susu bubuk balita Rp45.300 per 400 gram.
Pemerintah daerah akan terus memantau distribusi dan harga di tingkat pengecer. Jika ditemukan lonjakan harga yang tidak wajar, Disperindag siap berkoordinasi dengan distributor untuk melakukan operasi pasar.